Propertindo Suntik Modal Anak Usaha - Danai Lewat IPO

NERACA

Jakarta – Meskipun ditengah musim politik, PT Sitara Propertindo Tbk berencana tetap akan menawarkan saham perdana ke public melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Disebutkan, nantinya dana hasil penggunaan IPO akan digunakan untuk setoran modal ke bebarapa anak usahanya hingga 63,5%. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan akan melakukan penawaran umum perdana saham maksimal 4 miliar saham atau 39,96% dari saham perseroan. Saham tersebut merupakan saham baru dengan nilai nominal Rp100 per lembar. Perseroan juga menerbitkan maksimal dua miliar Waran Seri I atau sebanyak-banyaknya 33,28%.

Untuk masa penawaran awal akan rencananya pada hari ini hingga 18 Juni 2014. Dengan tanggal pencatatan saham di BEI pada 11 Juli 2014. Perseroan telah menunjuk penjamin pelaksanaan emisi efek adalah Sinarmas Sekuritas.

Dari penggunaan dana tersebut sebesar 45,2% untuk melakukan peningkatan setoran modal yaitu RGPK. Sebanyak 15,8% untuk melakukan peningkatan modal di RGPS. Sisanya 2,4% untuk menambah setoran modal di RNK.

Untuk 36,4% untuk pembayaran utang perseroan yang mencapai 22,01% untuk pembayaran utang kepada Trois Rivieres Incorporated dan sekitar 14,47% untuk pelunasan utang kepada PT Bank Capital Indonesia Tbk. Pada tahun 2013, total aset perseroan mencapai Rp969,04 miliar. sedangkan total liabilitas tahun 2013 mencapai Rp342,04 miliar.

Sementara laba perseroan mencapai Rp4,1 miliar dari Rp6,1 miliar di tahun 2012. Sebagai informasi, saat ini pemegang saham perseroan adalah PT Surya Buana Makmur mencapai 99,9% dan PT Andalas Karya Makmur sebesar 0,08%.

Asal tahu saja, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebagai negara dengan penawaran saham perdana atau initial public offering tertinggi di kawasan ASEAN. Analis pasar modal Reza Priyambada pernah bilang, fundamental ekonomi Indonesia yang positif mendorong pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) BEI paling tinggi dibandingkan bursa saham lainnya di kawasan ASEAN,”Kondisi pasar saham domestik cukup stabil seiring dengan ekspektasi ekonomi Indonesia yang positif, serta kuatnya permintaan investor membuat jumlah IPO di BEI paling banyak dibandingkan bursa saham ASEAN," ujarnya.

Menurut dia, fundamental ekonomi domestik yang cukup positif itu mendorong perusahaan melakukan ekspansi dalam rangka menumbuhkan kinerjanya."Untuk melakukan ekspansi, perusahaan membutuhkan dana, salah satunya didapat melalui IPO," ucapnya.

Dari data yang dihimpun per Mei 2014, aktivitas IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 11 perusahaan, jumlah itu sama dengan bursa saham Thailand (The Stock Exchange of Thailand) sebanyak 11 perusahaan. Selain itu, bursa saham Singapura (Singapore Exchange) sebanyak delapan perusahaan, bursa Malaysia (KLSE) lima perusahaan, dan bursa Filipina atau The Philippine Stock Exchange (PSE) sebanyak tiga perusahaan,”Didukung adanya pemilu presiden, apalagi hasil pemilu sesuai dengan ekspektasi pasar, maka IPO di dalam negeri akan semarak," kata Reza Priyambada. (bani)

Related posts