Golden Energy Siapkan Akuisisi Tambang - Perkuat Defosit Batubara

NERACA

Jakarta – Ditengah lesunya bisnis pertambangan, tidak membuat PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) yang baru terjun ke dunia tambang mengurungkan ekspansi bisnisnya. Bahkan perseroan tahun ini akan terus memperkuat deposit cadangan batubara dengan rencana mengakuisisi beberapa perusahaan tambang sebagai ekspansi bisnis un organik.

Presiden Direktur PT Golden Eagle Energy Tbk, Hendra Surya mengatakan, rencana akuisisi beberapa perusahaan tambang adalah strategi perseroan untuk memperkuat deposit cadangan tambang. Bahkan dirinya menyakini, ditengah lesunya bisnis tambang batubara menjadi momentum tepat untuk agresif mengakuisisi beberapa perusahaan tambang,”Ini momentum tepat untuk menambah akuisisi perusahaan tambang dan jangan menunggu kembali harga batubara naik, lalu rebutan,”ujarnya di Jakarta, Senin (16/6).

Dia menuturkan, perseroan saat ini sedang mengincar beberapa konsesi tambang batubara di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Sumatera Selatan (Sumsel). Namun, rencana ekspansi Perseroan akan tetap mempertimbangkan status perijinan, besarnya cadangan, kualitas batubara, dan lokasi konsesi batubara yang menjadi target akuisisi."Memang ada beberapa atau sekitar 4-5 perusahaan batubara yang sedang kami jajaki untuk diakuisisi. Namun ini belum final. Nanti kalo sudah final, pasti akan kami sampaikan," ujar Hendra.

Lebih lanjut Hendra menuturkan, bahwa pihaknya sedang mengincar beberapa lahan tambang yang dekat dengan entitas usaha perseroan saat ini yakni di Kaltim dan Sumsel. "Kami mengincar perusahaan tambang batubara yang memiliki cadangan produksi sekitar 50 juta ton hingga 125 juta ton per tahun," ungkapnya.

Untuk mendukung ekspansi bisnisnya, perseroan tahun ini mengalokasikan dana investasi sebesar Rp 50 miliar untuk mendanai belanja modal. Disebutkan, belanja modal tahun ini sebagian besar akan digunakan untuk menunjang kegiatan bisnisnya melalui entitas usaha, yakni PT International Prima Coal (IPC) yang berlokasi di Kalimantan Timur (Kaltim) dan PT Triaryani (TRI) di Sumatera Selatan (Sumsel).

Kata Hendara, kegiatan bisnis anak usaha diperkirakan bakal menyedot dana sekitar Rp 27-30 miliar.

Selain itu, sisa dana sekitar Rp 20-23 miliar, rencananya akan dipergunakan untuk mendukung rencana ekspansi perseroan seperti mengakuisisi perusahaan-perusahaan tambang batubara. "Kami sedang incar beberapa perusahaan tambang untuk diakuisisi guna menambah portofolio aset Perseroan. Oleh karena itu, dana ini memang sengaja disiapkan untuk mendukung rencana ekspansi itu," tegasnya.

Disebutkan, sumber pendaaan capex tahun ini akan diperoleh dari hasil kombinasi antara kas internal dan pinjaman perbankan. Jika kurang, Perseroan akan mencari alternatif pendanaan lainnya, seperti pinjam dari pemegang saham.

Tahun ini, perseroan menargetkan produksi batubara sebesar 3 juta ton. Target produksi tersebut, akan didukung dari anak usahanya saat ini yakni PT International Prima Coal (IPC) dan PT Triaryani (TRI). Kalau dilihat dari volume produksi batubara perseroan pada tahun 2013, jelas angka ini meningkat cukup signifikan. Diketahui, volume batubara perseroan dari kedua anak usahanya tersebut sebesar 1,064 juta di 2013, atau meningkat 18% dibandingkan dengan volume produksi pada tahun 2012 yang hanya sebesar 902 ribu ton. (bani)

Related posts