Central Proteinaprima Bangun Pabrik di Riau - Investasikan Dana Rp 93 Miliar

NERACA

Jakarta – Meskipun tahun ini, PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) masih mencatatkan laba bersih minus dari tahun lalu. Namun tidak mengurungkan niat perseroan untuk ekspansi dan salah satunya berencana membangun pabrik di Pekan Baru, Provinsi Riau.

Kata Direktur Keuangan PT Central Proteinaprima Tbk, Saleh Yu, pabrik pakan yang baru di Riau memiliki kapasitas 40 ribu ton pertahun pada tahun ini. "Pabrik pakan ikan di Pekan Baru, Riau akan menampung tujuh jalur tapi satu jalur dulu dengan biaya Rp93 miliar," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, perseroan telah mengoperasikan pabrik pakan ikan di Lampung. Dengan kapasitas 50 ribu ton per tahun. Dimana untuk pabrik ini sudah berdiri sejak Desember 2013 dengan investasi sebesar Rp65 miliar. Tercatat saat ini realisasi produksi pakan ikan sampai Mei 2014 mencapai 6-7 ribu ton. Sementara itu produksi pakan ikan di Jawa Timur dan Jawa Barat mencapai 94% dan 102% dari kapasitas pabrik atau masing-masing sebanyak produksi Jawa Barat 117 ribu kapasitas 125 ribu dan Jawa Timur produksi 110 ribu dengan kapasitas 108 ribu pada 2013.

Dia mengungkapkan, lantaran perseroan bakal membangun pabrik baru menjadi alasan tahun ini tidak membagikan dividen kepada pemegang saham, disamping alasan masih minusnya laba perseroan tahun 2013,”Kita masih menahan laba. Baru saja kita mendapatkan laba sebesar Rp1,98 triliun di tahun 2013,"ujarnya.

Saleh menjelaskan, pendapatan tahun 2013 naik sebesar 12% dari pendapatan tahun lalu yang sebesar Rp6,836 miliar. Namun demikian, Saleh mengungkapkan, kondisi tersebut belum mencerminkan laba perseroan dapat menghasilkan dividen ke pemegang saham. Sementara itu, Ebitda atau pendapatan sebelum pajak atau utang CPRO naik 46% pada tahun 2012 mencapai Rp270 miliar menjadi Rp394 miliar pada 2013.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp364 miliar. Kata Direktur Utama CPRO, Mahar Atanta Sembiring, belanja modal tersebut akan digunakan untuk keperluan perawatan aset sebesar Rp153 miliar dan ekspansi sebesar Rp211 miliar.

Dia menuturkan, sumber belanja modal berasal dari kas internal dan bukan pinjaman. Secara rinci disebutkan, belanja modal tahun ini akan digunakan untuk perawatan aset sarana produksi sebesar Rp129 miliar. Sisanya sebesar Rp24 miliar untuk perlengkapan sarana non produksi.

Sementara, belanja modal yang akan digunakan untuk ekspansi bisnis meliputi proyek infrastruktur pertambangan sebesar Rp43 miliar, pembibitan sebesar Rp17 miliar dan pengolahan makanan sebesar Rp58 miliar. Kemudian, untuk pabrik pakan ikan di Jawa Timur CPRO menganggarkan dana sebesar Rp93 miliar.

Disamping itu, perseroan juga menargetkan pendapatan sebesar Rp8 triliun sepanjang 2014. Dijelaskan, target tersebut seiring meningkatnya pendapatan 2013. Di mana, pendapatan perseroan di 2013 sebanyak Rp7.678 triliun. Langkah agar target pendapatannya tercapai, pihaknya siap melakukan efisiensi operasional. Efisiensi berupa penghematan energi, efisiensi biaya, evaluasi kebutuhan SDM dan fire up culture.

Dia mengatakan, perseroan melakukan research dan development melalui aplikasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas, penerapan managemen risiko. Sementara, startegi meningkatkan ekspor dengan cara memperbesar produksi produk high value dan menerapkan sertifikasi ASC. (bani)

Related posts