Energi Mega Persada Bakal Bagikan Dividen

NERACA

Jakarta - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berencana membagikan dividen untuk tahun buku 2013. Dividen ini telah disetujui pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Direktur Utama ENRG Imam Agustino mengatakan, pembagian dividen akan dilakukan setelah laba ditahan terhadap total aset atau retained earning menjadi posisi positif,”Sekarang retained earning kami negatif atau minus USD19 juta. Tapi nett profit-nya USD170 juta,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Namun, dia optimistis pada kuartal II-2014, posisi tersebut akan menjadi positif sehingga pada kuartal III maupun kuartal IV 2014 akan membagikan dividen."Kita akan bagikan dividen, tapi besarannya belum disebutkan karena melihat peraturan juga. Ini jadi dividen interim," paparnya.

Perseroan tahun lalu mencatatkan penjualan besih sebesar US$807 juta, naik 23% dari tahun sebelumnya. Sementara EBITDA yang dicatatkan perseroan naik 35% menjadi sebesar US$462 pada tahun 2013. Informasi ini disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Disebutkan, peningkatan penjualan dan EBITDA yang masing-masing tercatat sebesar 23% dan 35% dari tahun sebelumnya didorong oleh dua faktor utama. Pertama, peningkatan produksi migas dari blok Kangean PSC (Jawa Timur), ONWJ PSC (Jawa Barat) Bentu PSC (Riau, Sumatera), dan Tonga PSC (Sumatera Utara). Dan yang kedua, kenaikan rata-rata harga jual gas dari aset-aset perseroan.

Adapun fokus perseroan saat ini adalah untuk meningkatkan kinerja dari blok-blok yang telah berproduksi dan mengembangkan aset gas yang baru saja diakuisisi di Mozambique, Afrika yaitu Buzi EPCC. Pada periode yang sama, dalam laporan keuangan konsolidasi perseroan, laba bersih yang dicatatkan sebesar US$170 juta.

Kenaikan laba bersih perseroan disebabkan peningkatan penghasilan yang didukung dari penjualan 10% kepemilikan perseroan di blok Masela PSC (Lautan Arafura). Pihaknya mencatat, pada Januai 2014, perseroan mengeluarkan biaya untuk kegiatan eksplorasi sekitar US$9,80 juta. Kegiatan eksplorasi dilakukan di dua wilayah yaitu Blok Bentu PSC, dan Blok Malacca Strait PSC, Riau.

Sementara otal biaya yang dikeluarkan perseroan untuk pengeboran sumur gas pengembangan segat-6 di Blok Bentu PSC sebesar US$3,88 juta. Adapun pihak yang melakukan eksplorasi di blok tersebut yaitu EMP Bentu Limited (anak usaha perseroan. Sementara untuk kegiatan eksplorasi di Blok Malacca Strait PSC, menghabiskan dana sebesar US$5,91 juta. Dana tersebut antara lain digunakan untuk pengeboran sumur minyak pengembangan MSDC-16. Adapun pihak yang melakukan eksplorasi yaitu EMP Malacca Strait.

Untuk mendukung kinerjanya, perseroan mengantongi dana pinjaman senilai US$ 90 juta seiring ditandatanganinya perjanjian pinjaman dengan Bank of New York Mellon cabang Singapura.Untuk pinjaman berdenominasi dolar ini perseroan menyebutkan telah menjaminkan sejumlah asetnya.

Direktur ENRG, Didit Hidayat Agripinanto mengatakan, penandatanganan perjanjian pinjaman tersebut dilakukan pada 5 Desember 2013. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk general corporate purposes. Sejumlah aset yang dijaminkan antara lain seluruh saham ENRG di PT Tunas Harapan Perkasa (THP), PT Imbang Tata Alam dan RHI Corporation (RHI). Termasuk saham anak-anak usaha THP dan RHI.“Seluruh hak tagih yang dimiliki anak perusahaan THP dan RHI dari hasil penjualan minyak dan gas juga menjadi jaminan.” katanya. (bani)

BERITA TERKAIT

Ex-Officio Disebut Bakal Gerus Investasi di Batam

  NERACA   Jakarta - Peneliti Insitute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus menegaskan wacana pemerintah…

Siap-Siap Smartphone Generasi 5G Bakal Bermunculan di Tahun 2019

Pembuat chip asal Amerika, Qualcomm, mengumumkan bahwa lebih dari 30 perangkat 5G, yang sebagian besar adalah smartphone, akan meluncur pada…

Kementerian ESDM-Polri Teken MoU Pengamanan Bidang Energi

Kementerian ESDM-Polri Teken MoU Pengamanan Bidang Energi NERACA Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…