Buana Sabas Bangun Condotel Rp 350 Miliar

NERACA

Jakarta – Bisnis properti di tahun politik masih memberikan keuntungan besar dan bahkan pasar permintaanya akan terus meningkat. Maka tak heran, jika banyak pelaku industri property terus gencar mengembangkan ekspansi bisnis dengan menambah proyek-proyek baru.

Tidak mau ketinggalan, PT Buana Sabas Fattah yang merupakan anak perusahaan PT Adhimix Precast Indonesia, menginvestasikan Rp350 miliar untuk menggarap Gloden Tulip Condotel. Presiden Direktur Buana Sabas Fattah, Herman Sulistyono mengungkapkan bahwa, pihaknya pada 20 Desember 2013 telah melakukan kesepakatan kerjasama dengan Managing Director South East Asia Louvre Hotel Group, Mark Van Ogtrop untuk menggarap Golden Tulip Condotel,”Golden Tulip Condotel berlokasi di pusat kota Tanggerang, tepatnya di Jalan Jendral Sudirman kavling 9, Cikokol Tangerang," ujarnya di Jakarta, Rabu (4/6).

Perseroan menyiapkan investasi sebesar Rp350 miliar untuk pembangunan condotel tersebut. Golden Tulip memiliki lahan seluas 4.000 meter persegi, akan diperuntukan bagi hunian condominium, condotel, commercial area, meeting room dan ballroom."Fasilitas pendukung terdiri dari CCTV, instalasi AC, security system, waterfall swimming pool, empat passenger elevator dan satu lift services. Ada juga restaurant services, laundry service, family karaoke dan shuttle service ke bandara," ucapnya.

Menurutnya, keunggulan proyek ini adalah dekat dengan Bandara Soekarno Hatta yang hanya menempuh jarak dalam waktu 15 menit. Sedangkan pusat perbelanjaan ditempuh dalam waktu tiga menit. Sementara rumah sakit internasional hanya membutuhkan waktu lima menit."Golden Tulip Condotel juga memiliki akses dekat dengan pintu tol Kebun Nanas yaitu tol Jakarta-Merak, dekat dengan stasiun kereta Poris, ada juga proyek ini dengan kawasan terpadu Gading Serpong," tutupnya.

Unit yang dipasarkan sebanyak 650 unit, dengan 13 lantai hunian condominium dan 12 lantai condotel. Untuk condominium terdiri dari tipe studio dan dua bedroom, sedangkan condotel yakni Junior Suite, Deluxe dan Standar. Adapun harga yang ditawarkan sekitar Rp300 hingga Rp600 juta untuk per unitnya.

Head of Markets Jones Lang LaSalle, Angela Wibowo pernah bilang, sektor ritel merupakan salah satu sektor yang bertumbuh relatif cukup stabil dibandingkan lainnya pada 2013. Di tahun lalu, total penyerapan sewa di mal Jakarta mencapai 179 ribu meter persegi. Tingkat hunian pun tetap di kisaran 93%. Pertumbuhan pasar ritel di Jakarta terus didukung ekspansi peritel baik yang sudah ada maupun yang baru masuk ke Indonesia,”Tahun ini ritel akan menopang sedikit perlambatan di sektor properti karena jumlah kalangan menengah meningkat dengan gaya hidup suka jalan ke mal. Harga sewa yang naik pun masih bisa teratasi,”ungkapnya.

Asal tahu saja, tren perlambatan pasar properti yang dimulai sejak paruh kedua tahun lalu masih berlanjut di triwulan I-2014. Perkembangan ekonomi Indonesia yang tidak terlepas dari lambatnya perbaikan ekonommi di kawasan Asia Pasifik maupun ekonomi global turut mempengaruhi dinamika yang terjadi di pasar properti Indonesia khususnya Jakarta. (bani)

Related posts