Sirop Tjampolay Jadi Produk Unggulan Cirebon

NERACA

Cirebon – Derasnya produk sirop ber merk yang sudah go internasonal, ternyata tidak menyurutkan eksistensi produk sirop ber merk Tjampolay. Produk sirop asli Cirebon ini, telah ada sejak tahun 1936, tepatnya tanggal 11 Juli. Pada awal didirikan perusahaan ini, tidak banyak tenaga kerja yang dilibatkan, karena merupakan usaha home industry. Kabarnya, semua pegawai hanya dari kalangan keluarga Suryawikarta, yang juga pendiri sirop Tjampolay.

Dari referensi yang Harian Ekonomi Neraca peroleh menyebutkan, awal perusahaan ini didirikan yaitu di daerah Plered Kabupaten Cirebon. Produk sirop yang dihasilkanpun masih sangat terbatas, baik dari jenis rasa dan aroma sirop. Selama 34 tahun, usaha tersebut terus berjalan tanpa ada perkembangan yang berarti. Baru pada tahun 1970, usaha tersebut dipindahkan ke Kota Cirebon, dengan merk yang masih sama.

Bertahannya merk sirop Tjampolay, tidak terlepas dari sudah di daftarkannya merk tersebutpada departemen Kehakiman. Kabarnya, nama Tjampolay dipilih, karena terinspirasi dari nama buah semacam buah pir, dari negeri Tiongkok. Diyakini, buah Tjampolay ini akan membawa keberuntungan dalam kehidupan.

Melalui keuletan dan dan ketekunan, perusahaan ini mulai berkembang dan dapat memproduksi 4 jenis rasa. Kapasitas produksinya pun mencapai 100.000/botol /tahun, dengan harga Rp. 3.000/botolnya. Setiap tahun usaha ini semakin berkembang, hingga pada tahun 2002 hingga sekarang, kapasitas produksinya mencapai kurang lebih 350.000 botol setiap tahunnya.

Hingga saat ini, produksi sirop Tjampolay sanggup menghasilkan 9 rasa, yaitu rasa pisang, susu, moka, jeruk nipis, mangga gedong gincu, leci, melon, nanas, rosen serta rasa asam jeruk. Meningkatnya kapasitas produksi, menjadikan harga sirop Tjampolay ini mengalami kenaikan yang cukup tinggi, yaitu sekitar Rp. 14.000,-/botolnya. Sedang untuk wilayah pemasaran, sirop Tjampolay mampu menembus pasar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DKI Jakarta, dengan sistem pemasaran single distributor.

Saat bulan puasa ini, pemasaran sirop Tjampolay semakin laris manis. Penjualan pada minimarket maupun supermarket yang ada di Cirebon, selalu laris manis. Malahan, bila menjelang buka puasa, banyak konsumen yang kecewa dengan kurangnya stok sirop Tjampolay ini. Pasalnya, hampir seluruh masyarakat, baik Kota maupun Kabupaten Cirebon, sudah ketagihan dengan rasa dan aroma sirop ini.

“Rasanya khas, dan susah digambarkan dengan kata-kata. Saya sudah lebih dari 30 tahun mengkonsumsi sirop ini. Apalagi saat bulan puasa, kita selalu membeli sirop ini. Kecewanya kalau menjelang buka puasa, siropnya habis,” kaya Yuni, salah satu pembeli yang ditemui Neraca di sebut super market.

BERITA TERKAIT

Perbankan Berlomba Tawarkan Layanan dan Produk Digital

      NERACA   Jakarta - Laporan Maverick Banking Media Performance Report Q1-2018 menyebutkan bahwa industri perbankan semakin beradaptasi…

Shell Rilis Dua Produk Bahan Baku Industri Manufaktur

Shell Lubricants Indonesia meluncurkan dua produk unggulannya, yaitu Shell Flavex 595B, Shell Risella X dan berbagai produk portfolio dalam kategori…

Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi Kembali Lakukan Penyuluhan Produk Hukum

Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi Kembali Lakukan Penyuluhan Produk Hukum NERACA Sukabumi - Sebanyak 18 peraturan daerah (Perda) tahun 2017…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pasca Libur Panjang, 92% Lebih PNS Kemenkop dan UKM Masuk Kerja

Pasca Libur Panjang, 92% Lebih PNS Kemenkop dan UKM Masuk Kerja NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi…

Zakat Idul Fitri Warga Depok Bisa Capai Rp8,6 Miliar - Meski Kondisi Ekonomi Prihatin

Zakat Idul Fitri Warga Depok Bisa Capai Rp8,6 Miliar  Meski Kondisi Ekonomi Prihatin NERACA Depok - Asisten Bidang Pemerintah, Hukum…

Perum Damri Palembang Siagakan 75 Bus

Perum Damri Palembang Siagakan 75 Bus NERACA Palembang - Perusahaan Umum Damri Cabang Palembang, Sumatera Selatan, menyiagakan 75 bus untuk…