Aksi Beli Berlanjut, Penguatan IHSG Belum Reda

NERACA

Jakarta – Maraknya aksi beli investor sejak awal perdagangan hingga akhir perdagangan, membawa sentiment positif terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dimana indeks BEI ditutup menguat 30,066 poin (0,61%) ke level 4.942,157. Sementara Indeks LQ45 menanjak 6,222 poin (0,75%) ke level 835,300.

Berikutnya, indeks BEI pada perdagangan Rabu diproyeksikan masih akan bergerak menguat seiring belum redanya aksi beli. Mengakhiri perdagangan Selasa sore, hanya satu sektor yang ketinggalan di zona merah, yaitu sektor agrikultur. Investor asing mendominasi aksi beli saham jelang penutupan perdagangan tersebut.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 136,5 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 199.466 kali pada volume 5,368 miliar lembar saham senilai Rp 5,469 triliun. Sebanyak 164 saham naik, 125 turun, dan 91 saham stagnan.

Bursa di Asia menutup perdagangan dengan mix, sentimen rekor Wall Street kurang diserap dengan baik oleh pelaku pasar di regional. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.500 ke Rp 53.500, Link Net (LINK) naik Rp 600 ke Rp 3.000, Inti Bangun (IBST) naik Rp 600 ke Rp 3.800, dan Matahari (LPPF) naik Rp 425 ke Rp 14.325. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 18.000 ke Rp 1,1 juta, Fastfood (FAST) turun Rp 150 ke Rp 2.250, Bayan (BYAN) turun Rp 150 ke Rp 7.850, dan SMART (SMAR) turun Rp 150 ke Rp 6.325.

Sementara pada perdagangan sesi pertama, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 22,619 poin (0,46%) ke level 4.934,710. Sementara Indeks LQ45 menguat 4,114 poin (0,50%) ke level 833,192. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli investor asing. Dua sektor melemah, yaitu aneka industri dan infrastruktur terkena aksi ambil untung.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 111.862 kali pada volume 2,103 miliar lembar saham senilai Rp 2,925 triliun. Sebanyak 161 saham naik, 93 turun, dan 86 saham stagnan. Tercatat bursa-bursa regional bergerak mixed pada sesi pertama. Hanya bursa saham Singapura yang ketinggalan di zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.500 ke Rp 53.500, Link Net (LINK) naik Rp 600 ke Rp 3.000, Matahari (LPPF) naik Rp 450 ke Rp 14.350, dan Mandom (TCID) naik Rp 400 ke Rp 15.900. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Asahimas (AMFG) turun Rp 175 ke Rp 6.925, Surya Toto (TOTO) turun Rp 175 ke Rp 6.825, Bayan (BYAN) turun Rp 150 ke Rp 7.850, dan Fastfood (FAST) turun Rp 150 ke Rp 2.250.

Sementara diawal perdagangan, indek di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 7,95 poin atau 0,16% menjadi 4.920,05 , sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,09 poin (0,25%) ke level 831,18,”IHSG kembali menguat seiring ekpektasi sebagian investor bahwa sentimen dari neraca perdagangan Indonesia yang mengalami defisit hanya bersifat terbatas," kata Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah.

Dia menambahkan, pelaku pasar akan menyikapi data terbaru yang akan di rilis yakni data neraca perdagangan AS. Pasalnya, apabila data itu lebih baik dari ekspektasi pasar. Maka diperkirakan terjadi apresiasi terhadap indeks saham AS. Hal itu, menjadi sinyal positif bagi pergerakan indeks saham kawasan lainnya, terutama indeks saham Asia.

Selain itu, membaiknya indeks saham Asia akan memberikan dukungan bagi pergerakan indeks bursa saham di dalam negeri untuk terus melaju ke area positif.

Sementara analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memperkirakan, masih kuatnya arus dana asing masuk ke pasar saham domestik akan kembali mendorong indeks BEI kembali menguat pada Selasa. Menurutnya, secara teknikal indeks BEI masih cukup berpotensi untuk menembus level batas atas di 5.011 poin. Sementara itu, beberapa saham yang dapat diperhatikan pada perdagangan hari ini diantaranya, Unilever (UNVR), Astra International (ASII), Bali Towerindo Sentra (BALI), Indofood Sukses Makmur (INDF).

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 98,78 poin (0,43%) ke level 23.180,43, indeks Nikkei naik 104,12 poin (0,70%) ke level 15.040,04 dan Straits Times melemah 3,15 poin (0,10%) ke posisi 3.299,09. (bani)

BERITA TERKAIT

Profit Taking Investor Bikin IHSG Terkoreksi

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/7) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Penjelasan Belum Memuaskan - BEI Pastikan Suspensi KIJA Masih Berlanjut

NERACA Jakarta – Meskipun PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sudah memberikan penjelasan terkait potensi gagal bayar atau default atas…

Puluhan Wartawan Sukabumi Lakukan Aksi Demonstrasi - Menolak Raperda KIP

Puluhan Wartawan Sukabumi Lakukan Aksi Demonstrasi Menolak Raperda KIP NERACA Sukabumi - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Liga Jurnalistik Sukabumi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…

Siapkan Dana Investasi US$ 100 Juta - Saratoga Bangun Rumah Sakit di Bekasi

NERACA Jakarta –Genjot pertumbuhan portofolio investasi, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) terus mengembangkan investasinya. Salah satunya yang tengah dikembangkan…