Tingkatkan Layanan, KSEI Rilis Sistem Baru

PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) meluncurkan sistem baru dalam pinjam-meminjam efek untuk meningkatkan pelayanan di pasar modal Indonesia. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (2/6).

Direktur Utama KPEI Hasan Fawzi mengatakan, sistem "front end" PME merupakan fasilitas yang diberikan kepada Anggota PME (APME) yang akan mengoptimalkan mekanisme penentuan tingkat imbal hasil atau biaya (fee) dalam pinjam-meminjam efek,”Biaya pinjam-meminjam melalui layanan ini akan ditentukan secara elektronik berdasarkan kesepakatan para pihak dalam transaksi PME," paparnya.

Dia menambahkan bahwa fasilitas PME merupakan salah satu dari sembilan rekomendasi yang diajukan oleh kelompok G30 sebagai metode yang perlu didukung untuk proses penyelesaian transaksi efek. Selain itu, lanjut Hasan Fawzi, juga direkomendasikan oleh Committee on Payment and Settlement Systems (CPSS) yaitu salah satu komite teknikal pada International Organization of Securities Commissions (IOSCO) pada April 2012."Layanan PME di industri pasar modal Indonesia saat ini difasilitasi oleh KPEI dengan dukungan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Layanan tersebut telah diluncurkan sejak tahun 2001," katanya.

Hasan Fawzi mengatakan layanan PME KPEI telah dimanfaatkan oleh Anggota Kliring (AK) dalam mendukung penyelesaian transaksi bursa, dengan membantu AK menghindari risiko tidak dapat menyerahkan saham pada tanggal penyelesaian.

Dia menjelaskan bahwa beberapa manfaat layanan PME diantaranya, meningkatkan efisiensi dan likuiditas pasar, sebagai fasilitas yang mendukung pelaksanaan manajemen risiko dari transaksi efek. Kemudian, sebagai strategi investasi bagi pelaku pasar untuk mengoptimalkan pendapatan investasi jangka panjang dan pendukung transaksi "short sell".

Selain itu, layanan PME juga dapat digunakan sebagai elemen yang krusial dalam melaksanakan lindung nilai (hedging), dan mendorong pelaksanaan penyelesaian efek yang aman dan tepat waktu."Salah satu tema strategis KPEI 2012-2015 adalah 'Innovative Market Development', dimana KPEI berkomitmen untuk senantiasa mengembangkan layanan yang dimiliki, salah satunya adalah melalui pengembangan fasilitas PME ini," ujar Hasan Fawzi.

Saat ini, KPEI bersama KSEI melakukan kerja sama dengan Korea Securities Depository (KSD) dalam hal konsultasi terkait penyusunan pengembangan lebih lanjut atas layanan PME, yakni melalui Pengembangan Skema PME Bilateral dan Repurchase Agreement (REPO). (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Tak Hanya Make Up Artis, HelloBeauty Hadirkan Beragam Layanan Kecantikan

Tak Hanya Make Up Artis, HelloBeauty Hadirkan Beragam Layanan Kecantikan NERACA Jakarta - Tampil cantik bak artis idola tentunya menjadi…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…