Bus Lebaran Perlu Uji Kelaikan

Kamis, 11/08/2011

NERACA

Sukabumi- Menjelang lebaran, Bidang Teknis Sarana dan Prasarana Lalulintas pada Dinas Perhubungan Kota Sukabumi tengah melakukan pengecekan Traffick Light dan Warning light yang tersebar di persimpangan ruas jalan di Kota Sukabumi. Selain itu, kini mereka tengah melakukan uji kelaikan setiap armada umum yang akan beroperasi pada saat jelang Lebaran.

” Saat ini kami terus melakukan pengontrolan dan perbaikan trafick light dan warning light guna memepermudahkan dan menciptakan rasa aman bagi pengguna kendaraan saat arus mudik dan balik tiba,”ungkap Kabid Teknis Sarana dan Prasarana lalulintas Dionas Perhubungan Kota Sukabumi Abdul Rachman kepada Neraca di ruang kerjanya Rabu,(10/8).

Dikatakannya, di Kota Sukabumi berdasarkan data traficklight di sebar di 7 titik persimpangan di antaranya di Jalan R.A.Kosasih Pintuhek, Degung dan persimpangan Otista (Cigodeg-_red) dan untuk warning light tersebar di 36 titik. Makanya pihaknya masih melakukan pengecekan traffic light dan warning light agar bisa berfungsi dengan normal. Selain Tarfik light dan warning light pihaknya juga menegecek rambu-rambu lalu lintasnya yang lain, seperti contoh papan petunjuk arah. Dan melakukan uji petik bagi seluruh armada Bus yang akan digunakan untuk angkutan lebaran H-7 dan H+7.

“ Kami juga harus melakukan uji kelaikan armada, apakah layak untuk beroperasional, karena kami cek semua muali dari lampu, rem, ban sampai perlengkapan kendaraan termasuk di Bis harus ada Kampak Merah . Kapak Merah tersebut untuk memecahkan kaca Bus bila terjadi kecelakaan, karena dari beberapa kecelakaan yang dialami oleh masyarakt sulit untuk memecahkan kaca Bus, makanya setiap Bus diharuskan menyediakan Kampak Merah,”jelasnya.

Masih ditempat yang sama, Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Sukabumi, H. R. Imran Whardhani menjelaskan, menurut data sekitar 5 persen kendaraan Bus AKAP dan AKDP yang berada di terminal Sudirman belum memiliki alat keselamatan bagi penumpang di dalam Bus.

“ Tapi belum tentu juga semua armada bus yang dipersiapkan layak untuk beroperasional, bisa saja gugur atau tidak diizinkan beroperasi bila persyaratan yang ada, seperti izin trayek angkutan dan administrasi lainnya,tidak dilengkapi, ” jelasnya

Sementara itu di tempat berbeda, Kepala UPT Terminal Sudirman Kota Sukabumi, Yusuf Chery mengatakan, untuk menjelang lebaran armada Bus yang berjumlah 465 unit ditambah 35 cadangan. Dan pihaknya juga dalam menjelang lebaran nanti khusunya di H-7 dan H+7 tengah memepersiapkan 40 petugas terminal untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan. Pihaknya juga bekerjasama dengan Polresta Sukabumi dalam pengamanan dan kelancaran di terminal saat menjelang arus mudik dan balik.

“Petugas yang kita siapkan akan dibagi dalam 2 regu dan jam operasional 24 jam, dimana regu 1 dari pukul 00.00 -12.00 Wib dan regu 2 dari pukul 12.00-24.00 Wib. Nantinya mereka akan mengatur jadwal kedatangan dan pengeteman bus hingga berangkat kembali,” ujarnya.

Lebih lanjut Yusuf mengungkapkan, pihaknya tidak akan segan-segan akan menindak tegas bila ada PO yang menaikkan tarif diluar yang sudah ditentukan, salah satunya sanksinya adalah izin operasional armada lebarannya akan dicabut. Karena untuk Tarif saat ini belum ada informasi kenaikan yang baru dan biasanya H-7, jadi untuk saat ini masih berlaku tarif yang yang lama.