Menyiapkan Liburan Ke Semeru - Pembatasan Kuota Pendakian

Saat waktu berlibur datang, sebagian orang mungkin akan kebingungan ingin menghabiskannya dimana. Berlibur dikota asli mungkin sangatlah menjenuhkan, menjalani rutinitas yang tidak jauh bereda dengan biasanya membuat liburan terasa biasa saja. Mencoba sesuatu yang menanti seperti mendaki gunung mungkin menjadi pilihan yang menarik. Taman Nasional Bromo bisa menjadi pilihan yang pas, selain keindahan pegunungannya, keindahan lautan pasir dan kebudayaan masyarakat sekitar bisa menjadikan waktu liburan menjadi luar biasa.

Pihak pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), membatasi kuota pendaki Gunung Semeru sebanyak 500 orang per hari terutama menjelang dan saar musim liburan. Hal ini guna menjaga kelestarian ekosistem setempat. Untuk pendaftaran pendakian bisa dilakukan secara online lewat www.bromotengger.semeru.com. Jika kuota per hari sudah penuh maka calon pendaki harus mengantre. Lama pendakian pun dibatasi hanya untuk 3 hari 3 malam, kecuali bagi mereka yang sedang melakukan penelitian.

Pendakian puncak setinggi 3.676 mdpl tersebut, sempat ditutup sejak Januari 2014 akibat kondisi cuaca. Hujan ekstrem dan kabut tebal dapat membahayakan pendaki. Seperti dilansir dari laman antarajatim.com, sejak jalur pendakian dibuka kembali pada 5 Mei 2014, jumlah pendaki membludak seiring masa liburan sekolah.

Dengan semakin banyaknya pendaki, Ayu Dewi Utari, kepala Balai Besar TNBTS menghimbau agar pendaki turut menjaga kebersihan. Sampah organik baik milik sendiri ataupun yang ditemukan di sepanjang jalur pendakian, hendaklah dibawa kembali pada saat menuruni gunung.

Selain itu, pendaki diminta untuk tidak memotong pohon dan menggunakannya untuk membuat perapian. Penting juga untuk tidak membuat suara gaduh yang dapat menganggu satwa.Masyarakat dan pendaki pun dilarang melakukan aktivitas di radius 4 kilometer dari puncak. Sebab, Pusat Vulkanologi dan Miltigasi Bencana Geologi menginformasikan bahwa status Gunung Semeru masih Waspada (Level II).

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru meliputi area seluas 800 km2dengan kawasanbertipe ekosistem sub-montana, montana dan sub-alphin.Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar yang berada pada ketinggian ± 2.100 meter dari permukaan laut.

Untuk menuju tempat ini tersedia penerbangan langsung Malang-Jakarta dan Malang-Denpasar. Bagi pendaki disarankan mengambil rute dari Malang karena bisa menikmati keindahan lautan pasir lebih panjang. Titik mula penjelejahan dapat dimulai dari Ngadas yang merupakan desa terakhir di dalam kawasan taman nasional serta tempat untuk melengkapi perbekalan.

BERITA TERKAIT

Hilirisasi Industri - Pemerintah Didesak Pembatasan Perdagangan Komoditas Mentah

NERACA Jakarta – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak pemerintah agar dapat membatasi hingga meninggalkan perdagangan yang berbasis komoditas bahan…

Komitmen Peduli Pendidikan - XL Targetkan Donasi Kuota Capai 2000 Sekolah

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, PT XL Axiata Tbk (EXCL) terus berkomitmen membantu dunia pendidikan lewat donasi akses…

Musim Liburan Akhir Tahun 2018 - Transaksi Pengguna Kartu Kredit Visa Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – PT Visa Worldwide Indonesia mengungkapkan, transaksi masyarakat menggunakan kartu kredit Visa meningkat sebesar 9% pada bulan November…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Indonesia Peringkat Atas Wisata Halal Terpopuler Dunia

Indonesia akhirnya berhasil menduduki peringkat teratas sebagai destinasi wisata halal populer di dunia tahun ini. Hal itu tercantum dalam studi…

Karang di Kepulauan Togean Mulai 'Mekar'

Sebagai sebuah kawasan Taman Nasional berbentuk kepulauan, Togean lekat dengan pesona pesisir dan alam bawah lautnya. Untuk menjaga kelestarian alamnya,…

Curug Ngebul Jadi Primadona Baru di Cianjur

Objek wisata alam di Indonesia seakan tidak ada habisnya 'ditemukan', entah itu dari kawasan pesisir atau pegunungan.Salah satu objek wisata…