Dyandra Konversi Saham Rp 4,08 Miliar

NERACA

Jakarta – PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) menjelaskan PT Graha Multi Utama (PT GMU) mendapat konversi saham dari piutang PT Andalusia Andrawina (PT AA) sebesar Rp4,08 miliar. Disebutkan, PT Andalusia Andrawina merupakan kepemilikan perseroan melalui PT GMU. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain terhadap PT GMU, PT AA juta melakukan konversi uang muka serotan modal sebesar Rp3,9 miliar kepada PT Andalusia Prima Investa (PT API). Hal ini sesuai dengan kesepakatan para pemegang saham PT AA. Dalam kesepakatan tersebut, PT AA akan melakukan konversi uang muka setoran modal terhadap PT GMU dan PT API dengan total sebesar Rp8 miliar. Dengan demikian total modal disetor PT AA menjadi Rp16 miliar.

Sebagai informasi, PT Dyandra Media International Tbk melalui anak usahanya, PT Nusa Dua Indonesia mengaku telah menyelesaikan dan secara resmi mengoperasionalkan hotel Bali Nusa Dua Hotel & Convention (BNDHC) di kawasan Nusa Dua, Bali.

Direktur Operasional PT Dyandra Media International Tbk, Danny Budiharto pernah bilang, rampungnya pembangunan BNDHC tersebut melengkapi properti yang dimiliki oleh Dyandra di kuartal pertama tahun 2014. “Tahun ini kami berhasil merampungkan 3 proyek hotel, yaitu Hotel Amaris Pancoran, Hotel Santika Cikarang, dan Bali Nusa Dua Hotel & Convention.” kata Danny.

Disebutkan, pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan nilai rupiah yang semakin menguat serta didukung juga oleh segmen pasar yang potensial dan prospektif dinilai menjadi landasan utama perseroan untuk terus melebarkan sayap. "Dyandra berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap sektor industri MICE di Indonesia, terutama pada pengembangan infrastruktur untuk event-event berskala International di Indonesia sejalan dengan demand pasar yang terus meningkat.” jelasnya.

Selain ketiga hotel tersebut, sambung dia, perseoan juga akan merampungkan hotel Santika Kelapa Gading pada tahun ini. Adapun total investasi yang ditanamkan untuk pembangunan BNDHC, yaitu senilai Rp98,2 milliar yang sebagian didanai oleh pinjaman perbankan. “Target kami tahun ini adalah membuka 4 hotel, sehingga total properti hotel yang dimiliki Dyandra sampai dengan akhir tahun 2014 adalah 11 Hotel,” ucap Danny Budiharto.

Diketahui, BNDHC merupakan hotel bintang lima yang dibangun sebagai infrastruktur pendukung dari Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Total luas lahan seluruhnya mencapai 70.000m2 yang mencakup luas bangunan BNDCC I seluas 25.000m2, BNDCC II seluas 16.000m2 dan BNDHC seluas 9.000 m2. Bali Nusa Dua Hotel & Covention ini memiliki total 96 kamar dan menawarkan pelayanan di antaranya butler service, free shuttle service to local shops, dan in-room spa treatment.‎ (bani

BERITA TERKAIT

Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan…

Bekasi Fajar Raup Pendapatan Rp 607,61 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan pendapatan Rp 607,61 miliar. Jumlah…

Usai Pelantikan Presiden Terpilih - Pelaku Pasar Menantikan Tim Kabinet Ekonomi

NERACA Jakarta- Sentimen positif pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia priode 2019-2024 masih menyelimuti pergerakan indeks harga saham gabungan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Geliat Sektor Industri - Anak Usaha Barito Pacific Jual Lahan 12,6 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan industri akan berdampak besarnya permintaan lahan industri di beberapa kota besar, maka melihat potensi tersebut,…

Danai Pengembangan Bisnis - Dana Brata Luhur Lepas Saham IPO 35 Juta Saham

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Dana Brata Luhur Tbk berencana melaksanakan penawaran umum perdana (initial…

TINS Perpanjang KSO dengan PT Industri Nukril

NERACA Jakarta – Keputusan PT Timah Tbk (TINS) untuk memangkas produksi dan mengurangi volume ekspor timah seiring dengan rendahnya harga…