Safari Perizinan BPT Bogor Disambut Baik Warga

NERACA

Bogor - Program safari perizinan yang digagas BPT (Badan Perizinan Terpadu) Kab. Bogor dengan cara menjemput bola ketiap wilayah, disambut baik pemerintahan desa maupun kecamatan. Pasalnya program jemput bola itu sangat membantu warga yang ingin usahanya memilik legilitas formal.

Bahkan di Kecamatan Parung, program BPT itu mendapatkan sambutan hangat dari warga, khususnya mereka yang memiliki usaha. "Kami sangat menyambut baik program tahunan BPT ini, sebab banyak membantu warga yang akan mengurus izin, mulai dari izin usaha hingga membangun," ungkap Camat Parung Deni Ardiana kepada wartawan, kemarin

Menurut Deni, antusiasme warga Parung untuk membuat izin SIUP dan TDP, disebabkan di wilayahnya banyak sekali pengusaha kelas kecil, yang usahanya belum mendapatkan pengakuan secara hukum. Hal itu terjadi, bukan karena warga tak mau membuatnya, tapi lebih disebabkan adanya ketidaktahuan mereka tentang teknis pembuatan SIUP & TDP.

Dalam kegiatan ini, sambung Deni, bukan saja telah membantu warga untuk meringankan biaya transportasi, akan tetapi banyak wawasan yang didapat dari petugas BPT prihal cara mengurus perizinan lainnya. "Karena sambil memproses izin pengajuan warga, petugas BPT juga memberikan wawasan kepada kami dan para Kades tentang pengurusan izin. Baik soal persyaratannya maupun retribusi yang harus dikeluarkan," imbuh Deni.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Perizinan pada BPT, Didi Supriadi membenarkan apabila warga di Kecamatan Parung merespon baik program yang dilaksanakan instansinya tersebut Hal itu terlihat dari animo warga yang datang berbondong-bondong ke aula kecamatan untuk mengetahui bagaimana mengurus perizinan dan mengajukan berkas SIUP-TDP. "Kami ingin masyarakat baik itu di lingkungan desa maupun Kecamatan Parung mengetahui mekanisme mengurus perizinan yang benar," ujarnya.

la mengaku, masyarakat akan diberikan wawasan ten­tang cara pengurusan izin, baik SIUP-TDP, IMB, izin usaha jasa kontruksi (IUJK) maupun 28 izin lainnya yang dibawahi oleh BPT. "Terutama untuk masalah persyaratan, terkadang masih ada juga yang belum begitu tahu apa saja syarat dalam mengurus izin itu," ungkapnya.

Untuk pengurusannya sendiri, lanjut Didi, pemohon atau warga yang mengajukan izin SIUP-TDP sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. Namun sam­bung dia, berkas yang diajukan warga itu untuk persyaratannya sudah lengkap sesuai aturan.

BERITA TERKAIT

IUMK Permudah UMKM Kota Bogor Mengakses Permodalan

IUMK Permudah UMKM Kota Bogor Mengakses Permodalan NERACA Bogor - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mendukung usaha mikro kecil menengah…

Didominasi Warga DKI Jakarta - Penawaran Sukuk ST-002 Capai Rp 4,9 Triliun

NERACA Jakarta - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyambut gembira keberhasilan Sukuk Negara Tabungan 002 atau…

BI: Ekonomi Banten Tumbuh Sangat Baik Pada 2018

BI: Ekonomi Banten Tumbuh Sangat Baik Pada 2018 NERACA Serang - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Rahmat Hernowo…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pengembangan UMKM Tanah Air Melalui Program Sektor Unggulan

Pengembangan UMKM Tanah Air Melalui Program Sektor Unggulan NERACA Jakarta - Dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau dikenal…

PBB Kuningan Mencapai Target, Sentuh 96%

PBB Kuningan Mencapai Target, Sentuh 96% NERACA Kuningan – Objek pajak di lingkup kota memang sudah sejak lama susah ditarget…

Kemenkop dan BPOM Dukung UMKM Jamu Berdaya Saing

Kemenkop dan BPOM Dukung UMKM Jamu Berdaya Saing NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM bersama Badan Pengawasan Obat dan…