Sentimen Dividen "Terbangkan" Saham BJBR

NERACA

Jakarta- Meski tidak diwajibkan, pembagian dividen nyatanya mampu menjadi magnit untuk menarik minat investor. Karena sejatinya, pembagian dividen merupakan bentuk dari apresiasi emiten terhadap para pemegang sahamnya atau investor yang sedikit banyak berkontribusi terhadap kinerja emiten. Sehingga sahamnya pun menarik dilirik, karena investor berpeluang memetik untung dari capital gain plus dividen.

Kepala Riset MNC Sekurities misalnya, cukup optimis dengan pergerakan saham Bank Jabar Banten (BJBR). Diketahui, setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), BJBR memutuskan akan membagikan dividen per saham Rp 78 atau setara yield +7.61% jika menggunakan closing price Rabu. "Untuk saham BJBR dengan target price fundamental 2014F Rp1,150." katanya di Jakarta, Kamis (27/3).

Tercatat, sepanjang tahun 2013, BJBR mencatatkan laba bersih Rp1,38 triliun, atau naik 13,34% dibandingkan periode tahun sebelumnya sebesar Rp1,19 triliun. Pendapatan bunga bersih bank ini juga mengalami kenaikan menjadi Rp4,8 triliun dari sebelumnya Rp3,66 triliun. Sementara itu, dari market data reuters, pada perdagangan kemarin saham BJBR tercatat di posisi 1.050, atau mengalami kenaikan sebesar 2,44%.

Selain BJBR, dia juga menjagokan saham emiten konstruksi, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Dengan proyeksi rentang harga 2350-2470, target price fundamental WIKA 2014F, adalah 2640. Memang, jika ditillik kinerjanya tahun ini, emiten konstruksi pelat merah ini mencatatkan kinerja yang masih positif dengan keuntungan Rp569,93 miliar.

Dari perolehan laba bersih sepanjang tahun 2013 tersebut, WIKA mengalokasikan sebesar 30% untuk dividen tunai kepada para pemegang sahamnya. "Per sahamnya Rp27,894 dan nanti akan diumumkan pembagiannya," kata Sekretaris Perusahaan, Natal Argawan.

Di tengah musim pembagian dividen ini, dan mengantisipasi terjadinya window dressing, Edwin pun memproyeksikan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sideway dengan peluang terjadinya penguatan terbatas. Adapun target IHSG pada perdagangan akhir pekan besok, Jumat (28/3), support IHSG di kisaran 4700, 4660 dan resistance di 4750, 4765. Disarankan, investor melakukan "selective buying" atas saham-saham bervaluasi attractive dengan outlook menjanjikan.

Sementara dari sektor tambang, ada PT Indotambang Raya Tbk (ITMG) yang juga mulai dapat dicermati pelaku pasar. “Pelan-pelan sudah bisa perhatikan ITMG. Mereka akan announce Dividen Pay Out Ratio tanggal 2 April yang saya perkirakan sekitar 70% dari perolehan net profit 2013.” ungkapnya. (lia)

BERITA TERKAIT

BEI Suspensi Saham INDR dan BNBR

Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT Indorama…

Pemegang Saham Serap Rights Issue MDKA - Bidik Dana di Pasar Rp 1,33 Triliun

NERACA Jakarta - Aksi korporasi yang dilakukan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berupa penerbitan saham baru (rights issue) dengan…

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sunandar Resmi Jadi Dirut Baru KPEI

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) merombak jajaran direksi. Dimana para pemegang…

Indo Straits Raih Kontrak Baru Rp 121 Miliar

Belum lama ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) medapat kontrak baru senilai Rp 121 miliar berupa penyediaan crane barge untuk…

PNRI Terbitkan MTN Rp 145 Miliar

Guna menunjang pengembangan bisnisnya, Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) menerbitkan surat utang jangka menengah alias medium term notes (MTN)…