PTBA Bangun Power Plant di Vietnam

Investasikan Dana US$ 350 Juta

Jumat, 28/03/2014

NERACA

Jakarta – Agresifnya PT Semen Indonesia Tbk menggarap bisnis semen dengan mengakuisisi produsen semen di Vietnam, memberikan inspirasi bagi PT Bukit Asam Tbk untuk ekspansi lebih agresif lagi. Kali ini, perseroan bakal mengembangkan bisnis di luar bisnis batu bara dengan rencana membangun pembangkit listrik (power plant) di Vietnam, dengan menyiapkan dana hingga US$ 350 juta.

Direktur Utama Bukit Asam Milawarma mengatakan, nantinya pasokan listrik dari power plant tersebut akan dijual perseroan kepada sejumlah mitra bisnis PTBA di luar negeri, termasuk di Vietnam dan negara di sekitar Asia Tenggara,”Tahun ini, kami berencan untuk ekpansi ke Vietnam dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Umum (PLTU) bermuatan 2X100 megawatt (MW)," kata Milawarma di Jakarta, Kamis (27/3).

Kebutuhan daya listrik di sejumlah negara, kata dia, menyebabkan perseroan berencana membangun infrastruktur power plant di Vietnam. Bahkan, PTBA berambisi meningkatkan muatan listrik hingga 2x200 MW jika memungkinkan,”Kemungkinan bisa ditingkatkan menjadi 2x200 MW, tapi tahap awal PLTU ini akan bermuatan listrik 2x100 MW. Kami mengharapkan tahun depan power plant tersebut sudah bisa beroperasi," tambahnya.

Dia menuturkan, dana yang dibutuhkan untuk investasi di Vietnam itu diperkirakan sebesar US$ 200 juta hingga US$ 350 juta. Kebutuhan dana itu akan diambil dari dana internal perseroan. Nantinya pasokan listrik itu akan dijual kepada mitra bisnis perseroan di negara sekitar Vietnam.

Selain itu, listrik hasil PLTU itu akan juga di jual ke mitra perseroan di Malaysia. Meski demikian, dia masih belum mau mengungkapkan berapa besaran dana yang akan diraih perseroan melalui ekspansi ini. Namun demikian, menurut Milawarma, PTBA masih akan menghitung nilai kontrak dari penjualan listriknya.

Kemudian hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PTBA menyetujui memberikan keuntungan bagi hasil ke pemegang saham atau dividen sebesar Rp1 triliun atau 55% dari laba bersih tahun 2013 sebesar Rp1,83 triliun.

Corporate Secretary Bukit Asam Joko Pramono mengatakan, pembagian dividen ini sejalan dengan usaha perseroan memperhatikan ekspansi perseroan yang akan mengembangkan bisnisnya,”Kami akan membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp1 triliun. Pembagian dividen itu setara dengan 55% dari laba bersih yang diperoleh perseroan pada 2013,”ujarnya.

Hasil keputusan tersebut talah disepekati oleh pemegang saham yang hadir dalam RUPST Bukit Asam hari ini. Menurut Joko, dengan penjatahan dividen sebesar Rp1 triliun, maka perlembarnya perseroan memberikan dividen senilai Rp461,97.

Untuk diketahui, laba bersih perseroan pada 2013 sebesar Rp1,83 triliun. Kenaikan laba bersih diiring dengan capaian profit margin tertinggi dari seluruh emiten batu bara nasional dengan mencapai 15,6 persen pada tahun lalu. Pendapatan PTBA diperoleh dari penjualan batu bara sebesar 17,76 ton. Sedangkan, pendapatan usaha sepanjang tahun lalu sebesar Rp11,21 triliun.

Adapun, 45% laba bersih akan ditempatkan sebagai dana ekspansi perseroan. Rencananya dividen itu akan mulai diberitahukan kepada masing-masing pemegang saham pada 2 Mei 2014 dan akan dibayarkan pada 16 Mei 2014. Tahun ini, PTBA mengincar angka penjualan batu bara sebesar 24,7 juta ton atau naik 39% dibandingkan penjualan 2013 lalu dari 17,8 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 13,53 juta ton atau sekitar 55% di antaranya ditujukan untuk pasar ekspor. (bani)