Dukung Ekspansi, Kimia Farma Terbitkan MTN

Kamis, 27/03/2014

NERACA

Jakarta- Untuk menangkap peluang pasar farmasi, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mengaku menyiapkan dana belanja modal sebesar Rp939,52 miliar pada tahun ini. Perseroan tidak hanya akan berinvestasi pada new facility manufacture dan portofolio produk baru, namun juga akan melakukan penyertaan saham pada PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia. “Dananya juga untuk penyertaan saham pada PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia, pabrik bahan baku garam farmasetis, dan pengembangan produk kimia," kata Sekretaris Perusahaan PT Kimia Farma Tbk, Djoko Rusdianto di Jakarta, Rabu (26/3).

Menurut dia, perseroan juga tengah fokus pada pemeliharaan kesehatan (healthcare) dengan membuka konsep layanan kesehatan one stop healthcare solutions dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Termasuk, produk bioteknologi, radiofarmasi, dan pendirian apotek Kimia Farma di Malaysia. Rencananya, untuk mendukung pembiayaan pengembangan tersebut perseroan akan melakukan penerbitan Medium Term Note (MTN) pada semester kedua tahun ini.

Seperti diketahui, perusahaan farmasi plat merah ini membidik laba bersih sepanjang 2014 sebesar Rp231,9 miliar. Angka tersebut tumbuh 8,12% dari perolehan laba bersih 2012 senilai Rp214,5 miliar. Sedangkan untuk penjualan perseroan menargetkan tumbuh 18,45% jadi Rp5,15 triliun dari tahun sebelumnya Rp4,34 triliun. Target tersebut di pasang perseroan, dengan mempertimbangkan adanya era Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada tahun ini. Maka atas dasar tersebut diperkirakan perseroan, dapat mendongkrak penjualan.

Perseroan juga berupaya untuk menekan biaya produksi akibat melemahnya rupiah terhadap dolar. Hal ini dilakukan karena 85% bahan baku perseroan masih impor. Direktur Riset dan Pengembangan Bisnis PT Kimia Farma Tbk, M Wahyuli Syafari pernah bilang, untuk memenuhi ketersedian garam sebagai bahan baku farmasi, perseroan berencana membangun pabrik garam dengan menggandeng badan usaha milik negara (BUMN) lain, yaitu Perusahaan Nasional Garam sebagai pemasok sumber bahan bakunya.

Selain itu, perseroan juga akan bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bertindak sebagai konsultan. Rencananya pada tahun ini juga pabrik produksi garam farmasi tersebut akan dikembangkan di Mojokerto, Surabaya, Jawa Timur, ”Selama ini, kami memperoleh NaCl diimpor dari China, padahal PN Garam mempunyai pabrik kualitas sejenis di Surabaya. Jika kapasitas produksi nasional telah terpenuhi, maka tidak menutup kemungkinan kami akan mengimpornya ke negara lain, namun sebelumnya bahan baku tersebut harus diaudit oleh Current Quality Good Manufacturing atau cara pembuat bahan baku yang baik,”ujarnya.

Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang digelar kemarin, pihaknya mengaku akan membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp53,63 miliar mengatakan pemegang saham menyetujui penetapan dividen sebesar 25% dari laba bersih tahun buku 2013 sebesar Rp214,54 miliar. "Per lembar sahamnya sebesar Rp9,6574," kata . Dirut PT Kimia Farma Tbk, Rusdi Rosman.

Laba bersih 2013 setelah dikurangi untuk dividen, menurut dia, akan dialokasikan untuk laba di tahan yakni sebesar 75% atau Rp160,91 miliar. Selain itu, hasil RUPST juga menyetujui Farida Astuti untuk menggantikan Arief Budiman sebagai direktur keuangan. Tercatat, perseroan membukukan laba bersih sepanjang 2013 sebesar Rp214,54 miliar. Angka ini tumbuh 4,59% dari tahun sebelumnya Rp205,76 miliar. Sementara, penjualan meningkat 16% dari total penjualan bersih jadi Rp4,34 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,73 triliun. (lia)