Berharap Rayonisasi Distribusi Elpiji Dipertimbangkan

Pemkot Sukabumi

Kamis, 27/03/2014

Sukabumi - Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Kadiskoperindag) Kota Sukabumi Dudi Fathul Djawad meminta pemerintah pusat mempertimbangkan pemberlakuan rayonisasi pendistribusian elpiji subsidi 3 kilogram di Kota Sukabumi. Pasalnya, melihat, letak geografis Kota Sukabumi sangat rawan terjadi kelangkaan elpiji. “Untuk Kota Sukabumi berbeda dengan daerah lain sehingga butuh penanganan khusus,” ujarnya kepada Neraca di ruang kerjanya, Rabu.

Dia mengatakan, kuota sebanyak 8 juta tabung untuk per tahun untuk Kota Sukabumi mencukupi. Namun, dengan dikeluarkannya kebijakan rayonisasi membuat persediaan tidak mencukupi kebutuhan. Karena, sebagian konsumen yang berdomisili di Kabupaten Sukabumi membeli elpiji di Kota Sukabumi. Sementara kuota untuk daerah lain tidak diperbolehkan dialihkan ke Kota Sukabumi. “Ini yang menyebabkan kelangkaan di beberapa titik. Yang tadinya cukup, kuota untuk warga Kota Sukabumi akhirnya berkurang. Nah, ini yang membuat terjadinya kelangkaan,” katanya.

Sistem rayonisasi yang diberlakukan Pertamina bersama Hiswana migas sebagai distributor, ungkap Dudi masih dalam masa percobaan, sehingga masih dimungkinkan untuk dievaluasi dan baru efektif berlaku per 1 April 2014. Namun, jika kebijakan tersebut diberlakukan secara permanen, dia khawatir di daerah tersebut terjadi kelangkaan berkepanjangan. “Kalau nanti mau diberlakukan secara permanen, saya akan mengadakan pertemuan dulu dengan Pertamina dan Hiswana Migas,”ujarnya.

Sebagai antisipasi ujar Dudi, Walikota Sukabumi juga telah melayangkan surat ke Kementerian Sumber Daya Manusia RI (Kemen SDM) melalui Dirjen Migas untuk mempertimbangkan persoalan tersebut. “Mudah-mudahan ada solusi untuk Kota Sukabumi,” katanya.

Namun lanjut Dudi, kelangkaan yang terjadi akhir-akhir ini di wilayah tersebut belum masuk dalam kategori kejadian luar biasa. Sebab, hanya terjadi di beberapa titik, sehingga tidak menganggu kebutuhan masyarakat.