Wintermar Catatkan Kontrak US$ 111,2 Juta

NERACA

Jakarta - PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) hingga 1 Maret 2014 berhasil memperoleh kontrak baru sebesar US$ 111,2 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa(25/3).

Kata Investor Relations PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS), Pek Swan Layanto mengatakan, perseroan yakin propek perkapalan lepas pantai masih prospektif sepanjang tahun ini. Hal ini ditunjang dengan kombinasi aktivitas eksplorasi yang tinggi dan implementasi ketat cabotage. Hal tersebut bisa menyebabkan menguatnya pertumbuhan pada semua area bisnis dan juga peningkatan marjin,”Kami tetap optimis atas trend jangka panjang pada sektor minyak dan gas lepas pantai Indonesia karena adanya beberapa proyek pengembangan besar akan dimulai pada beberapa bulan mendatang,”ujarnya.

Dia juga menjelaskan, beberapa kapal asing juga telah mengganti bendera menjadi bendera Indonesia untuk mendukung kelangsungan sektor pengeboran laut dalam (deepwater) Indonesia. Selain itu, didukung dengan berlanjutnya peningkatan aktivitas pada pengeboran laut dalam membutuhkan kapal-kapal bernilai lebih tinggi, khususnya kapal-kapal berkemampuan Dynamic Positioning,”Meskipun sebagian besar kontrak kapal-kapal laut dalam adalah jangka pendek karena bekerja pada tahap eksplorasi, dimulainya beberapa proyek pengembangan yang besar akan menjadi berita yang sangat baik bagi industri," tambahnya.

Menurutnya, terbatasnya suplai kapal-kapal OSV yang bernilai lebih tinggi dan berbendera Indonesia telah membuat membaiknya tarif sewa pada segmen pasar kapal-kapal bernilai tinggi, yang merupakan tarif premium dibandingkan tarif global untuk kapal-kapal yang berkelas sama,”Memang diakui ada beberapa penundaan pemberian kontrak-kontrak jangka panjang, namun kami tetap optimis atas prospek bisnis dan strategi ekspansi armada kami yang masih sesuai rencana,”kata dia.

Tercatat sepanjang tahun 2013, emiten perkapalan lepas pantai ini membukukan kenaikan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar 33,95% dari US$ 20,20 juta di 2012 menjadi US$ 27,06 juta. Kenaikan tersebut didorong pertumbuhan pada pendapatan perseroan.

Disebutkan, pendapatan perseroan naik sebesar 50,44% menjadi US$ 186,72 juta dari pendapatan pada 2012 sebesar US$124,12 juta. Kendati demikian, beban langsung di 2013 naik menjadi US$ 128,94 juta dari US$ 89,06 juta di 2012. Laba kotor naik menjadi US$ 57,79 juta dari US$ 35,06 juta di 2012, laba sebelum pajak naik dari US$ 26,09 juta di 2012 menjadi US$ 39,67 juta di 2013.

Adapun untuk total liabilitas pada akhir tahun 2013 tercatat sebesar US$ 203,69 juta dengan total ekuitas sebesar US$ 218,60 juta pada akhir tahun 2013. Total aset perseroan pada akhir tahun 2013 juga tercatat ikut meningkat menjadi US$ 422,28 juta dari aset perseroan sebelumnya di akhir tahun 2012 yang tercatat sebesar US$ 338,97 juta. Sementara itu, laba per saham dasar naik dari US$ 0,56 per saham di 2012 menjadi US$ 0,74 per saham. (bani)

BERITA TERKAIT

Kemenpar ditargetkan Datangkan 15 Juta Wisatawan Mancanegara

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana mengatakan sampai Agustus 2017, Kementerian Pariwisata menyebutkan capaian jumlah…

Intiland Catatkan Penjualan Rp 3 Triliun - Melesat Dari Target

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil meraih pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar Rp3 triliun hingga…

Barito Targetkan Akuisisi Star Energy di 2018 - Siapkan Dana US$ 800 Juta

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun 2018, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menargetkan akuisisi Star Energy Group bisa rampung.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hary Tanoe Terima Gelar Kehormatan Sulsel

NERACA Makassar - Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menerima gelar warga kehormatan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diberikan…

BEI Suspensi Perdagangan Saham Malacca

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), berikutnya perdagangan saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) dihentikan…

Panorama Bikin Anak Usaha Mitra Global

Menggeliatnya bisnis pariwisata saat ini memacu PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) untuk lebih agresif mengembangkan bisnisnya. Teranyar, perseroan membentuk anak…