Ekspektasi Positif Topang Penguatan IHSG

Selasa, 25/03/2014

NERACA

Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 20,21 poin atau 0,43% ke posisi 4.720,42 seiring dengan aksi beli saham yang dilakukan investor asing, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 3,11 poin (0,39%) ke level 792,13.

Kata analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya, menguatnya indeks BEI seiring kembalinya arus dana asing ke pasar saham dalam negeri,”Kondisi itu menggambarkan bahwa peta pergerakan IHSG BEI masih dalam tren penguatan," katanya di Jakarta, Senin (24/3).

Dalam data perdagangan saham di BEI, tercatat pelaku pasar asing membukukanbeli bersih (foreign net buy) sebesar Rp268,356 miliar. Kondisi ini secara teknikal, IHSG BEI akan menyentuh level batas atas ke level 4.743 poin. Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, penguatan IHSG BEI juga terimbas beberapa sentimen positif domestik seperti neraca perdagangan Indonesia Februari yang diperkirakan mencatatkan surplus dan optimisme terhadap pemilu legislatif April 2014 mendatang sesuai dengan ekspektasi pasar,”Ekspektasi itu membangun momentum konsolidasi pergerakan indeks BEI antara 4.680-4.750 poin untuk kembali bergerak 'rally' penguatan ke depannya,”paparnya.

Pada perdagangan Senin kemarin, tercatat transaksi perdagangan saham di pasar reguler BEI sebanyak 237.440 kali dengan volume mencapai 3,27 miliar lembar saham senilai Rp4,67 triliun. Tercatat, efek yang bergerak naik sebanyak 163 saham, yang melemah 127 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 105 saham.

Adapun saham-saham yang berada di jajaran top gainers, antara lain saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menguat Rp150 menjadi Rp46.250, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) naik Rp55 menjadi Rp2.5690 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) meningkat Rp75 menjadi Rp7.100.

Sedangkan saham-saham bergerak di top losers, antara lain saham PT Indofood Tbk (INDF) melemah Rp275 menjadi Rp7.050, PT Astra International Tbk (ASII) minus Rp75 menjadi Rp7.275 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melemah Rp180 menjadi Rp4.995. Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng ditutup menguat 409,75 poin (1,91%) ke level 21.846,45, indeks Nikkei naik 251,07 poin (1,77%) ke level 14.475,30 dan Straits Times menguat 37,90 poin (1,23%) ke posisi 3.111,29.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup naik 10,89 poin atau 0,23% ke 4.711,11. Di tengah perdagangan, sebanyak 147 saham menguat, 111 saham melemah, dan 86 saham bergerak stagnan. Siang ini, telah terjadi transaksi sebesar Rp2,90 triliun dari 2,08 miliar lembar saham diperdagangkan.

Sejalan dengan IHSG, saham Asia ditutup positif, dengan indeks Nikkei naik 268,59 poin atau 1,89% menjadi 14.492,82, indeks Hang Seng menguat 236,51 poin atau 1,10% menjadi 21.673, dan indeks Staits Times mampu naik 0,95% menjadi 3.102. Indeks LQ45 menguat 0,35 poin menjadi 789,03, Jakarta Islamic Indeks (JII) melemah 2,39 poin atau 0,4% menjadi 636,55, dan IDX30 turun 0,20 poin atau menjadi 405,07.

Sektor penggerak IHSG ditutup variatif, sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor perkebunan sebanyak 1,2%. Sedangkan sektor dengan penurunan tertinggi badalah sektor macam industri 2,3%.

Adapun saham-saham yang berada di jajaran top gainers, antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menguat Rp75 menjadi Rp46.175, PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) naik Rp200 menjadi Rp13.100, PT bank Negara Indoensia Tbk (BBNI) naik Rp65 menjadi Rp4.865 dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) meningkat Rp100 menjadi Rp4.250.

Sedangkan saham-saham bergerak di top losers, antara lain saham PT Indofood Tbk (INDF) melemah Rp225 menjadi Rp7.100, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) minus Rp100 menjadi Rp6.325, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp300 menjadi Rp23.700 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melemah Rp185 menjadi Rp4.990.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 11,91 poin atau 0,25% menjadi 4.712,12, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,09 poin (0,39%) ke level 792,12,”Mayoritas bursa saham Asia pagi ini bergerak menguat, situasi itu mendorong indeks BEI melanjutkan penguatan," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada.

Meski demikian, dia menambahkan, sentimen ambil untung di dalam negeri masih membayangi pasar saham Indonesia. Diharapkan, sentimen dari pasar obligasi domestik masih dapat memberi dorongan bagi pasar ekuitas sehingga IHSG BEI tetap berada di area positif,”Pelaku pasar diharapkan tetap waspada, batasi transaksi yang bersifat spekulasi untuk mengurangi potensi rugi," kata dia.

Lanjutnya, beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian pada pekan ini diantaranya data obligasi Jepang, indeks Manufaktur Tiongkok, dan data manufaktur negara-negara Euro. Head of Research Valbury Securities, Alfiansyah menambahkan faktor krisis Ukraina masih menjadi kendala bagi laju pergerakan indeks saham global, termasuk indeks BEI.

Selain itu, lanjut dia, faktor negatif dari ekternal lainnya yakni terkait dengan kekhawatiran melambatnya perekonomian Tiongkok yang kesulitan untuk mencapai target ekspansinya pada tahun ini. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 213,29 poin (0,99%) ke level 21.649,99, indeks Nikkei naik 167,04oin (1,17%) ke level 14.388,26 dan Straits Times menguat 27,97 poin (0,91%) ke posisi 3.101,36. (bani)