APP & SMF Berikan Pengobatan Gratis

Peduli Kabut Asap

Sabtu, 29/03/2014

NERACA

Kabut asap sisa kebakaran lahan di sejumlah wilayah Riau yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan kualitas udara di Pekanbaru kian memburuk. Asap sisa kebakaran lahan yang menyelimuti sejumlah wilayah ini mengandung Particulate Matter (PM-10) berlebih, sangat berbahaya untuk kesehatan paru-paru. Pasalnya, PM-10 merupakan partikel kecil yang berbahaya, paparan PM-10 mampu mencapai daerah yang lebih dalam pada saluran pernapasan.

Alhasil¸ kemampuan paru-paru untuk menangkal infeksi pun menurun hingga penyakit mudah hinggap. Lebih jauh asap akan memperburuk penyakit yang ada seperti asma, bronchitis, penyakit paru-paru obstruktif, kronik dan penyakit jantung kronik.

Asia Pulp and Paper (APP), Sinar Mas Forestry (SMF) dan Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru menggelar pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis akibat gangguan kabut asap. Program yang dinamakan Sinar Mas Group 'Peduli Kabut Asap Riau' ini ditangani oleh tim medis dari RS Eka Hospital. Turut terlibat pula dalam program ini Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Daerah Riau, dan Satuan Tugas Penanggulangan Kabut Asap.

"Kami turut merasakan kesulitan yang dialami warga Riau akibat musibah asap ini, karenanya kami memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis," ujar Direktur APP, Suhendra Wiriadinata

Kegiatan ini dilaksanakan di empat titik pada tanggal 20-26 Maret. Adapun lokasi pengobatan gratis itu adalah Rumah Pintar Perawang dan Desa Sungai Limau di Kabupaten Siak, Desa Api-api Kabupaten Bengkalis, dan Desa Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan. Di masing-masing titik dibangun pos pelayanan untuk melayani sekitar 1.400 calon pasien, atau sekitar 5.600 pasien di semua titik. Di tiap titik ditempatkan dua dokter dan dua perawat serta petugas farmasi. Pemilihan lokasi ini merujuk pada tingginya angka penderita ISPA tersebut.

APP dan SMF juga aktif menyebarkan masker gratis di berbagai tempat di Riau. Dalam kurun waktu sebulan dari Februari 2014, puluhan ribu masker telah diberikan untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan dari asap kebakaran hutan.