Semen Indonesia Harapkan Rencana Sesuai Target

Akuisisi Produsen Semen Vietnam

Senin, 24/03/2014

NERACA

Jakarta –Tekad PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menjadi produsen semen kelas dunia dengan kapasitas produksi yang lebih besar lagi, terus dilakukan perseroan dengan agresif membangun pabrik baru. Tidak hanya itu, perusahaan semen plat merah ini juga berencana mengakuisisi salah satu produsen semen di Vietnam. Hal ini dilakukan perseroan, setelah sukses mengakuisisi Thang Long Cement Vietnam.

Dirut Semen Indonesia, Dwi Soetjipto mengatakan, rencana akuisisi saham produsen Vietnam sebanyak 70% masih dalam proses due diligence. "Masih due diligence, kita kirim tim yang akan melakukan evaluasi," ujar Dwi di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, perseroan memiliki dua perusahaan produsen semen Vietnam yang bakal diakuisisi. Dimana saat ini masih dalam due diligence dan belum bisa dipastikan, apakah due diligence akan selesai tahun ini. Alasannya, perseroan masih melihat perkembangan lebih lanjut.

Asal tahu saja, aksi korporasi yang dilakukan adalah upaya perseroan untuk menancapkan pengaruhnya di pasar Asia Tenggara. Tidak semata kapasitas produksi yang meningkat, melainkan juga terjadi peningkatan perihal daya saing yang semakin kompetitif.

Tahun ini, Semen Indonesia menargetkan kapasitas produksi menjadi 31,8 juta ton pada 2014. Angka tersebut naik dibanding tahun lalu sebesar 30 juta ton. Semen Indonesia menjadi pabrik terbesar di Asia Tenggara dengan mengalahkan Siang Cement dari Thailand yang memiliki kapasitas produksi 24 juta ton per tahun. Pada tahun depan, Semen Indonesia direncanakan berproduksi 33,3 juta ton semen.

Namun, korporasi tidak puas dengan mengandalkan kenaikan secara reguler. Perseroan sudah melakukan terobosan. Langkah yang ditempuh berupaya peningkatan (upgrading) teknologi yang berimbas kepada kapasitas produksi semen. Sehingga, pada 2015, Semen Indonesia diperkiraan akan menghasilkan semen sebesar 39,3 juta ton, dengan tambahan dua pabrik baru.

Raih Pinjaman

Kemudian untuk mendanai ekspani bisnis usahanya, Semen Indonesia melalui anak usahanya PT Semen Gresik mendapat fasilitas pinjaman non-cash loan senilai Rp1,4 triliun dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kucuran kredit dengan jangka waktu 42 bulan. Kredit untuk kelancaran proyek pembangungan pabrik semen baru di Kabupaten Rembang Jawa Tengah dengan kapasitas 3 juta ton semen per tahun.

Kata Dwi Soetjipto, kerja sama ini dapat mendukung ekspansi Semen Indonesia. Perseroan akan meningkatan kapasitas produksi di salah satu anak usaha yakni Semen Gresik. Hal ini untuk memenuhi permintaan semen nasional yang terus meningkat setiap tahunnya. Prediksi pertumbuhan kebutuhan semen tahun ini akan meningkat sebesar 6% diperkirakan mencapai 63 juta ton,”Perseroan akan selalu melakukan penambahan kapasitas produksi secara terukur. Hal ini merupakan salah satu strategi Perseroan untuk mempertahankan posisinya sebagai market leader di industri semen nasional,”ungkapnya.

Penandatanganan fasilitas kredit dilakukan oleh Direktur Utama Semen Gresik, Gatot Kustyadji dengan Direktur Institutional Banking Bank Mandiri, Abdul Rachman, disaksikan oleh Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Dwi Soetjipto. (bani)