Menjanjikan, Saham Blitzmegaplex Punya Prospek Positif

Jumat, 21/03/2014

NERACA

Jakarta – Bisnis hiburan masih menjadi pasar yang menguntungkan, maka terkait rencana PT Graha layar Prima perusahaan yang mengelola jaringan bioskop Blitzmegaplex yang menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO) dinilai menjadi prospek saham yang menguntungkan bagi investor pasar modal.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, prospek saham PT Graha Layar Prima dilatarbelakangi industri yang digeluti perusahaan ini yang dinilai sangat menjanjikan dalam jangka panjang. Apalagi, di Indonesia pelaku industri layar lebar tergolong tidak banyak pesaingnya. Blitz adalah calon emiten sektor industri layar lebar pertama yang bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). "Dibilang menarik, ya masih cukup menarik. Karena belum ada acuan harga di industri sejenis,”ujarnya di Jakarta, Kamis (20/3).

Dalam hajatannya, perseroan menawarkan harga saham perdana dikisaran Rp2.800 hingga Rp3.300 per saham dengan nilai nominal harga penawaran adalah Rp100 setiap saham.

Rencana bookbuilding dilakukan pada 17-21 Maret 2014 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan bisa dilakukan pada 11 April 2014. Bisnis ini, lanjut Reza, dipandang cukup menarik karena penikmat hiburan layar lebar di tanah air tergolong cukup besar.

Menurutnya, jika melihat animo masyarakat saat ini terhadap dunia perfilman nasional, boleh dibilang industri ini sangat bagus. Tantangannya di tengah gempuran DVD bajakan, perseron diharapkan juga bisa menekan cost dari biaya sewa gedung dan lain-lainnya.

Seperti diketahui, rata-rata bioskop Blitzmegaplex saat ini berada di mall dan tidak memiliki gedung sendiri. "Apalagi jika perseroan bisa meningkatkan pelayanan dengan pemesanan tiket lewat online. Bisnis ini akan lebih bagus lagi," jelasnya.

Senada dengan Reza, analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya mengatakan, prospek saham perseroan cukup bagus. Karena dari hasil IPO rencananya akan digunakan perseroan untuk pengembangan bioskop,”Hal ini secara langsung dapat mendorong pertumbuhan bisnis perseroan dan ujung-ujungnya efek positif lainnya menambah jumlah lapangan kerja baru," papar dia.

Rencananya, seluruh dana hasil IPO perseroan akan digunakan untuk pengembangan kegiatan usaha perseroan dalam bentuk belanja modal pembangunan tujuh bioskop baru. Bioskop-bioskop ini akan tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Direktur Utama Indopremier Securities selaku penjamin emisi, Moleonoto The pernah bilang, dalam prosesi itu perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 140 juta saham Kelas C atau setara sebanyak 46,11% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO,”Saham baru yang kita lepas sebanyak-banyaknya 140 juta lembar saham seri C. Harga kita tawarkan di harga Rp2.800 hingga Rp3.300 per saham,”ujarnya.

Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa dalam prosesi akbarnya tersebut, Graha Layar Prima diperkirakan dapat menggalang dana segar hingga sebesar Rp392 miliar hingga Rp462 miliar. Sementara

Direktur Graha Layar Prima, Bratanata Perdana mengatakan, seluruh dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan kegiatan usaha perseroan dalam bentuk belanja modal pembangunan tujuh bioskop baru. Di mana bioskop-bioskop tersebut akan tersebar di beberapa kota di Indonesia,”Potensi industri bioskop di Tanah Air sangat menjanjikan seiring dengan pertumbuhan ekonomi, lahirnya kelas menengah yang cukup signifikan dan tren positif film nasional seperti pencapaian yang didapat dari film The Raid, Habibie Ainun dan 5cm," katanya.

Kata Bratanata, 10 dari 33 provinsi dan 450 dari 497 kota belum memiliki bioskop. Kondisi ini, menurutnya, sebagai peluang ekspansi bisnis bioskop di Tanah Air. Lebih dari hanya ekspansi bioskop baru, perseroan juga mengembangkan teknologi yang akan memberikan pengalaman baru bagi penonton Tanah Air. Salah satunya teknologi 4DX yang sudah dibuka di Grand Indonesia dan Mall of Indonesia, dan juga akan dibuka dibeberapa bioskop blitz lainnya.

Perseroan yang bergerak di pertunjukan film, penyediaan makanan dan minimum serta jasa rekreasi dan hiburan, telah membukukan pendapatan pada laporan keuangan periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2013 sebesar Rp228,6 miliar atau naik sebesar 40% dibandingkan periode sama 2012 sebesar Rp163,02 miliar. (bani)