Derita Rugi, Indosat Jual Saham di Tower Bersama

Senin, 17/03/2014

NERACA

Jakarta – Tahun 2013 menjadi tahun terberat bagi PT Indosat Tbk (ISAT) lantaran mencatatkan rugi bersih anjlok 841,7% dari Rp 375.1 miliar menjadi Rp 2,78 triliun. Alhasil, untuk mendanai aksi korporasi tahun ini perseroan melepas seluruh sahamnya di PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) senilai Rp1,39 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, perseroan melepas sebanyak 239.826.310 lembar saham dengan harga penjualan Rp5.800 per lembar. Jumlah saham yang dilepas tersebut merupakan 5 persen dari modal ditempatkan dan disetor di TBIG melalui suatu accelerated book built kepada sejumlah investor institusional, dengan Merril Lynch (Singapore) Pte Ltd bertindak sebagai sole placement agent dan CLSA Singapore Pte Ltd sebagai co-lead manager.

Manajemen Indosat berharap tarnsaksi tersebut bisa dilakukan pada 19 Maret 2014. Dengan selesainya transaksi itu, maka Indosat tidak lagi memiliki saham di TBIG. Per akhir Februari 2014, kepemilikan saham TBIG adalah Indosat sebanyak 239,83 juta atau setara 5%, JPMCC-SPO Partners II sebanyak 242,11 juta atau setara 5,05%, PT Provident Capital Indonesia sebanyak 1,38 miliar atau setara 28,75% dan PT Wahana Anugerah Sejahtera sebanyak 1,45 miliar setara 30,25%.

Sementara kemarin, Komisaris Utama TBIG Erwin Soeryadjaya membeli saham TBIG sebanyak 7,132 miliar lembar saham dari Natural Resources Investment Ltd pada harga Rp5.144, dengan total transaksi mencapai Rp36,48 miliar. Jum’at akhir pekan kemarin, saham Indosat dibuka pada level Rp3.970 per saham, melemah 15 poin dibanding penutupan sore kemarin di level Rp3.985 per saham. Sementara saham TBIG dibuka pada level Rp6.000 per saham, turun 25 poin dibanding sore kemarin di level Rp6.025 per saham.

Asal tahu saja, PT Indosat Tbk mencatatkan rugi bersih sepanjang tahun 2013 sebesar Rp2,78 triliun atau anjlok 841,7% dibanding capaian 2012, yang membukukan laba bersih senilai Rp375,1 miliar.Dijelaskan, peningkatan rugi bersih disebabkan meningkatnya beban dan melonjaknya rugi selisih kurs.

Sementara pendapatan perseroan meningkat 6,4% dari Rp22,42 triliun menjadi Rp23,86 triliun. Pendapatan tahun lalu dikontribusi dari selilar sebesar Rp19,37 triliun dan nonselular senilai Rp4,48 triliun. Sementara beban perseroan melonjak 16,2% menjadi Rp22,35 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp19,23 triliun. Akibatnya, laba usaha tergerus menjadi Rp1,51 triliun dari capaian 2012 sebesar Rp3,19 triliun.

Perusahaan telekomunikasi ini mencatat kenaikan beban lain-lain bersih sekitar 77,5% menjadi Rp4,84 triliun dari sebelumnya Rp2,73 triliun, dengan EBITDA tercatat susut 1,6% menjadi Rp10,38 triliun dari Rp10,54 triliun.

Adapun, rugi selisih kurs bersih melesat signifikan mencapai 274,3% menjadi Rp2,79 triliun dari tahun sebelumnya Rp744,6 miliar karena anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada tahun lalu. Di samping itu, perseroan mencatat pengeluaran barang modal tunai sebesar Rp9,67 triliun atau naik 67% dibanding 2012 senilai Rp5,79 triliun. Adapun, total utang naik 8,8% menjadi Rp23,93 triliun dari Rp21,99 triliun. Harga saham ISAT pada pembukaan perdagangan kemarin berada pada level Rp3.990 per saham. Angka ini turun 10 poin dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp4.000 per saham.(bani)