PGN Bikin Anak Usaha Dengan Bakrie Brother

Jumat, 14/03/2014

Ditengah anjloknya kinerja keuangan PT Bakrie and Brother Tbk (BNBR) rupanya masih ada kepercayaan bagi perseroan untuk menggarap proyek-proyek besar. Salah satunya, perseroan mendapatkan tawaran kerjasama dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) untuk membangun infrastruktur gas bumi di Kalimantan dan Jawa. Informasi tersebut disampaikan PT Perusahaan Gas Negara Tbk dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (13/3).

Bahkan disebutkan, keduanya sepakat membentuk anak usaha. Pelaksanaan kerjasama keduanya ditandai dengan dimulainya pembangunan jaringan pipa transmisi gas bumi Kalimantan-Jawa dari Lapangan Gas Kepodang menuju Pembangkit Listrik Tenaga Gas-Uap (PLTGU) Tambak Lorok milik PT Indonesia Power, Semarang, Jawa Tengah.

Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusup mengatakan, pipa gas ini akan membentang sepanjang 207 km dan dikenal dengan nama Pipa Kalija Tahap I. Groundbreaking akan dilakukan di lokasi PLTGU Tambak Lorok pada 14 Maret 2014, “Nantinya pembangunan Pipa Kalija Tahap I akan dilakukan oleh PT Kalimantan Jawa Gas yang merupakan perusahaan patungan antara PGN dan Grup Bakrie,”ujarnya.

Dirinya menuturkan, PGN punya hak untuk mengambil bagian atas saham sampai dengan 80% dari seluruh jumlah saham yang dikeluarkan PT Kalimantan Jawa Gas. Sebagai informasi, PT Perusahaan Gas Negara Tbk mencatat penurunan laba tahun berjalan di 2013 sebesar 2%. Laba PGN turun dari US$ 915,2 juta di 2012 menjadi US$ 893,8 juta di 2013.

Disebutkan, penurunan laba tahun berjalan ini dikarenakan beban pokok pendapatan yang tercatat cukup tinggi, yakni mencapai US$ 1,58 miliar di 2013. Sementara beban pokok pendapatan di 2012 tercatat hanya US$ 1,1 miliar. Selain itu, perseroan juga mencatatkan pendapatan neto sebesar US$ 3,001 miliar, meningkat 16% dibandingkan periode yang sama 2012. Pada 2013 laba bruto PGAS sebesar US$ 1,418 miliar, laba operasi sebesar US$ 934 juta serta EBITDA sebesar US$ 1,121 miliar. (bani)