Pengembang Apartemen Premium Raup Untung di Depok

NERACA

Jakarta - Pembangunan hunian vertikal di Ibu Kota Jakarta makin ramai. Hal ini memaksa para pengembang untuk melirik kawasan penyangga Jakarta sebagai target pengembangan baru.

Gurihnya bisnis properti apartemen kelas premium di pinggiran Jakarta tidak hanya diminati kalangan pengembang lawas. Sebut saja, PT Agung Multi Berjaya, korporasi properti debutan yang mencoba peruntungan dengan mengembangkan Atlanta Residence, apartemen kelas premium di Margonda, Depok.

"Konsumen properti di selatan Jakarta punya karakter dan kelas tersendiri. Selama produk properti yang ditawarkan sesuai selera si konsumen, maka meski ada kemudahan pola pembayaran uang muka, mereka malah memilih skim transaksi secara cash keras atau cash bertahap," ungkap Direktur Utama PT Agung Multi Berjaya (PT AMB), Joeneza Bachtiar, dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (12/3).

Dia mengatakan, proyek satu menara apartemen premium yang akan dibangun di areal seluas 1 hektare ini bakal menyedot investasi senilai Rp350 miliar. "Dari total kebutuhan investasi itu, sebesar 60 persen bersumber dari internal perusahaan. Sedangkan 40 persen sisanya berasal dari pinjaman perbankan," tutur Joeneza.

Joeneza menyebut, koridor Margonda Raya dipilih sebagai lokasi proyek properti perdana besutan PT AMB karena kawasan itu merupakan pusat bisnis termahal di Kota Depok. "Saat ini Kota Depok sudah lebih tertata rapi sehingga memperlihatkan strata masyarakatnya yang bukan lagi warga kelas pinggiran Jakarta. Contohnya, di sepanjang ruas Jl Margonda Raya yang sudah disulap menjadi area wisata kuliner yang komplet," ucapnya.

Hasil riset terkini Jones Lang LaSalle yang dirilis baru-baru ini juga mengakui keunggulan bisnis properti di Kota Depok. Tren perkembangan industri properti di Depok dinilai lebih baik ketimbang kawasan lainnya yang juga mengepung Jakarta. Apalagi, pertumbuhan harga tanah di kedua wilayah ini dianggap masih sangat rasional, yakni di kisaran 20-30 persen per tahun.

"Karena itu kami optimistis bahwa proyek Atlanta Residence ini bisa cepat diserap pasar. Adapun target konsumen apartemen ini adalah level middle-up, terutama kalangan eksekutif muda yang dinamis," imbuh General Manager PT AMB, Dany Durani.

Betapa tidak, kata Dany, pra-penjualan (pre-sales) dalam tempo kurang dari satu bulan saja sudah terjual sekitar 10 persen dari total unit yang dibangun.

Apartemen yang beralamat di Jl Margonda Raya No.28 atau bersebelahan dengan RS Bunda-Depok, ini dipasarkan mulai dari harga Rp 495,5 juta untuk tipe Suite (one bed room), hingga tipe Mansion (two bed room) seharga Rp 800 juta-an. Dengan mengusung konsep eco-green, Atlanta Residence bakal menggabungkan unit hunian berkelas dengan area perkantoran. Menara apartemen yang dibangun setinggi 28 lantai ini berisi 448 unit apartemen, 112 unit kondotel, serta 48 lot rental office.

BERITA TERKAIT

PP Properti Raih Penghargaan HANI 2018 - Apartemen Bebas Narkoba

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk dukungan terhadap pemberantasan narkoba, pengembang PT PP Properti Tbk (PPRO) mengambil peran dengan menerapkan konsep…

Raperda LPJ APBD Rp3,3 Triliun Walikota Depok Ditolak Fraksi - Diusulkan Agar DPRD Bentuk Pansus

Raperda LPJ APBD Rp3,3 Triliun Walikota Depok Ditolak Fraksi Diusulkan Agar DPRD Bentuk Pansus NERACA Depok - Meski baru saja…

Suzuki Belum Berencana Rilis Skutik untuk Kelas Premium

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi kendaraan roda dua menyatakan belum berencana mengeluarkan skuter otomatik (skutik) untuk mengisi segmen premium…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Strategi Niaga - Pemerintah Perlu Lobi Amerika Terkait Ancaman Pencabutan GSP

NERACA Jakarta – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, pemerintah perlu melobi pemerintah Amerika Serikat terkait potensi pencabutan fasilitas…

BPPSDMP Kementan Terus Ikhtiar Cetak Wirausaha Pertanian

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengambil langkah strategis dengan penyediaan sumber daya…

Terkait Industri Otomotif - Presiden Perlu Pimpin Langsung Peralihan ke Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Pengamat ekonomi Faisal Basri berpendapat, Presiden Joko Widodo perlu memimpin langsung program peralihan kendaraan konvensional berbahan bakar…