Laba Bersih BJB Capai Rp 1,38 Triliun

Rabu, 12/03/2014

NERACA

Jakarta – Di tahun 2013, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) mencatatkan laba bersih Rp1,38 triliun. Laba ini naik 13,34% dibandingkan periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,19 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangannya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, perseroan juga mengalami kenaikan pendapatan bunga bersih bank menjadi Rp4,8 triliun dari sebelumnya Rp3,66 triliun. Hal yang sama juga terjadi pada beban operasional selain bunga bersih perseroan juga naik menjadi Rp3,16 triliun dari sebelumnya Rp2,3 triliun. Walau demikian, laba operasional BJB tetap mengalami kenaikan menjadi Rp1,62 triliun dari sebelumnya Rp1,35 triliun.

Pada akhir tahun 2013, total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp64,2 triliun, turun dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp64,8 triliun. Sementara total aset perseroan juga mengalami kenaikan menjadi Rp70,96 triliun pada akhir tahun 2013 dibandingkan periode tahun 2012, Rp70,84 triliun.

Tahun ini, perseroan membidik pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan dengan arahan Bank Indonesia. Bank Jabar & Banten menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 25%, sedangkan arahan BI sebesar 15%-17%. Kendati demikian, target pertumbuhan tersebut telah lebih lambat dari realisasi penyaluran kredit tahun lalu yang mencapai 28,1%.

Direktur Utama BJB Bien Subiantoro mengatakan, pengereman pertumbuhan kredit tersebut sejalan dengan arahan BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang meminta perbankan nasional untuk mengerem pertumbuhan kredit pada 2014,”Kredit kami diperkirakan tumbuh kira-kira 25% karena BI dan OJK memberi sinyal agar bank-bank bisa mengerem pertumbuhan kreditnya. Berarti pertumbuhan kredit kami sekitar 5% lebih besar di atas rata-rata pertumbuhan industri,” katanya.

Perseroan mencatat total penyaluran kredit tahun lalu mencapai Rp45,3 triliun, tumbuh 28,1%. Kredit tersebut ditopang oleh pencapaian kredit konsumer dan Kredit Pemilikan Rakyat (KPR). Sebelumnya, guna meningkatkan ekspansi bisnisnya, PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk akan menerbitkan obligasi sebanyak-banyaknya sekira Rp5 triliun.

Obligasi yang akan diterbitkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan likuiditas perseroan. Penerbitan obligasi ini dilakukan untuk menggantikan sejumlah obligasi perseroan yang jatuh tempo sejak tahun 2011 lalu. Tercatat, tahun ini obligasi yang jatuh tempo mencapai Rp700 miliar. Serta di 2015, obligasi yang jatuh tempo nilainya itu mencapai Rp1,6 triliun. (bani)