IHSG Masih Pertahankan Rekor Baru

Rabu, 12/03/2014

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 26,968 poin (0,58%) ke level 4.704,214. Sementara Indeks LQ45 naik 0,419 poin (0,05%) ke level 785,391. Maraknya aksi beli yang dilakukan investor memicu indeks BEI melesat tajam. Selain itu, kompaknya bursa regional di zona hijau memberi sentimen positif ke pelaku pasar dalam negeri.

Analis Anugerah Sekurindo, Indah Bertoni Rio mengatakan, apresiasi rupiah terhadap dolar AS mendorong IHSG BEI menembus level psikologis ke posisi 4.704 poin, “Indeks BEI masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya seiring dengan sentimen domestik yang masih cukup positif,”ujarnya di Jakarta, Selasa (11/3).

Di sisi lain, lanjut dia, menjelang pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) pada Kamis (13/3) mendatang, pelaku pasar cenderung mengakumulasi saham. Dirinya memproyeksikan, indeks BEI Rabu dapat bergerak di kisaran 4.680-4.728 poin. Pelaku pasar direkomendasikan untuk memperhatikan saham sektor perbankan, infrastruktur, dan properti.

Pada perdagangan kemarin, saham-saham unggulan yang bisa menguat ada di sektor finansial, yaitu saham-saham bank. Kinerja emiten yang sudah dirilis juga sedikit memberi dorongan untuk aksi beli investor. Aksi beli saham banyak dilakukan investor domestik. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 97,12 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 238.455 kali pada volume 5,359 miliar lembar saham senilai Rp 5,871 triliun. Sebanyak 177 saham naik, 126 saham turun, dan 77 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia ditutup kompak positif sambil menanti hasil pertemuan Bank of Japan yang berencana mengumumkan kebijakan moneter baru. Kemarin saham-saham Asia sudah turun tajam dan menjadi incaran aksi beli.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Waran Solusi Tunas (SUPR-W) naik Rp 850 ke Rp 2.250, Metropolitan Kentjana (MKPI) naik Rp 500 ke Rp 11.300, United Tractor (UNTR) naik Rp 475 ke Rp 19.825, dan Solusi Tunas (SUPR) naik Rp 375 ke Rp 7.250. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 5.000 ke Rp 345.000, Supreme Cable (SCCO) turun Rp 490 ke Rp 4.210, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 47.050, dan Matahari (LPPF) turun Rp 250 ke Rp 13.150.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 10,895 poin (0,23%) ke level 4.688,141. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,419 poin (0,05%) ke level 785,391. Aksi beli selektif di saham-saham lapis dua berhasil mendorong indeks ke zon hijau. Indeks sempat menanjak hingga ke posisi tertingginya di 4.695,385.

Saham-saham unggulan yang bisa menguat ada di sektor finansial, yaitu saham-saham bank. Kinerja emiten yang sudah dirilis juga sedikit memberi dorongan untuk aksi beli investor. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 120.947 kali pada volume 2,629 miliar lembar saham senilai Rp 2,782 triliun. Sebanyak 141 saham naik, 120 saham turun, dan 75 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia kompak positif pada sesi siang. Rebound juga terjadi karena kemarin bursa-bursa Asia sudah kena koreksi cukup tajam. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 900 ke Rp 69.900, United Tractor (UNTR) naik Rp 600 ke Rp 19.950, Bank Mega (MEGA) naik Rp 480 ke Rp 2.500, dan Lion Metal (LION) naik Rp 400 ke Rp 12.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 250 ke Rp 30.100, Unilever (UNVR) turun Rp 175 ke Rp 28.075, Eatertainment (SMMT) turun Rp 175 ke Rp 5.850, dan Indocement (INTP) turun Rp 175 ke Rp 22.625.

Sebaliknya diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah tipis 3,86 poin atau 0,08% menjadi 4.673,38. Kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, indeks BEI dibuka melemah tipis, namun dalam perjalanannya kembali berada di area positif seiring membaiknya mayoritas bursa saham di kawasan Asia,”Membaiknya bursa saham Asia akan memberikan dampak positif bagi indeks bursa saham Indonesia setelah pada perdagangan kemarin (10/3) indeks BEI mengalami koreksi," katanya.

Kendati demikian, lanjut dia, investor juga tetap patut mewaspadai posisi IHSG yang masih disekitar area jenuh beli (overbought), dikhawatirkan memberikan peluang koreksi lanjutan. Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas Christandi Rheza Mihardja sudah memprediksikan, indeks akan bergerak berfluktuasi di level 4.658-4.710 poin.

Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 3,74 poin (0,02%) ke level 22.268,67, indeks Nikkei naik 109,43 poin (0,72%) ke level 15.228,72 dan Straits Times menguat 15,35 poin (0,50%) ke posisi 3.142,34. (bani)