Bank Saudara Naik Peringkat Jadi A-

Selasa, 11/03/2014

NERACA

Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (SDRA) menjadi idA- dari sebelumnya idBBB+. Selain itu, Pefindo juga memberikan peringkat serupa untuk Obligasi I dan II/2012 milik perseroan yang masih beredar masing-masing senilai Rp175 miliar dan Rp100 miliar.

Informasi tersebut disampaikan Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Pefindo juga memberikan peringkat Obligasi Subordinasi I/2012 yang juga masih beredar senilai Rp200 miliar dinaikkan dari idBBB menjadi idBBB+.

Kata analis Pefindo Hendro Utomo, peningkatan peringkat tersebut didukung disetujuinya akuisisi saham bank sebesar 33 persen oleh Woori Bank Korea,”Prospek atas peringkat peruahaan direvisi dari stabil menjadi positif sehubungan kemungkinan terjadinya merger dengan PT Bank Woori Indonesia, yang akan membawa bank keada posisi bisnis yang lebih kuat di industri," kata dia.

Dia menjealskan, peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang kuat dari pemegang saham mayoritas dan model bisnis bank yang memberikan marjin tinggi dari segmen kredit konsumer. Kendati demikian, peringkat dibatasi profil permodalan bank yang lemah dan sumber pendanaan yang terkonsentrasi.

Adapun pemegang saham perusahaan per 28 Januari 2014, yakni Medco Grup melalui Arifin Panigoro sebanyak 27,27 persen, PT Medco Intidinamika sekitar 3,68 persen dan PT Medco Duta senilai 3,24 persen. Sedangkan Woori Bank Korea memiliki sekitar 27 persen saham, PT Bank Woori Indonesia 6 persen dan sisanya sebanyak 32,81 persen dimiliki publik.

Pada saat yang sama, Pefindo juga menetapkan peringkat idAA untuk PT Oto Multiartha (OTO) dan Obligasi VII/2010, dengan peringkat perusahaan stabil. Analis Pefindo lainnya, Gary Hanniffy mengatakan, peringkat itu mencerminkan dukungan yang kuat dari Sumitomo Corporation, Japan selaku pemegang saham mayoritas. "Selain itu, juga didukung posisi usaha OTO yang kuat di segmen pembiayaan mobil bekas dan tingkat permodalan yang sangat kuat. Namun, peringkat dibatasi tingkat persaingan yang ketat di segmen pembiayaan mobil baru," tutur dia.

Mengenai Obligasi VII Seri D tahun 2010 sebesar Rp200 miliar yang akan jatuh tempo pada 8 Juni 2014, Pefindo menilai bahwa perusahaan akan mampu memenuhi kewajibanyya dengan menggunakan dana internal. Adapun, posisi kas dan setara kas perusahaan per akhir tahun lalu mencapai Rp629,3 miliar. (bani)