Ironis, Jumlah Investor Reksa Dana Minim

Jumat, 07/03/2014

NERACA

Jakarta- Pertumbuhan dana kelolaan (Asset Under Management) di industri reksa dana dari tahun ke tahun, faktanya tidak diikuti dengan pertumbuhan jumlah investor. Saat ini, dari total dana kelola sebesar Rp200 triliun, hanya ada sekitar 180 ribu investor yang berinvestasi di reksa dana. “Tahun lalu kita konsen pada pertumbuhan AUM. Di asosiasi akan mencoba bagaimana investor ritel bisa tumbuh lagi.” kata Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI), Denny Taher di Jakarta, Kamis (6/3).

APRDI menargetkan jumlah dana kelolaan reksa dana pada 2017 dapat mencapai Rp1.000 triliun dengan peningkatan jumlah investor sebanyak 5 juta investor. Selain menyusun roadmap pengelolaan investasi di reksa dana, APRDI akan mengajukan berbagai inisiatif kepada pihak regulator untuk dapat mengubah berbagai aturan yang dapat mempermudah transaksi di reksa dana. “Salah satunya permudah transaksi melalui elektronik, seperti untuk elektronik reporting karena tidak mungkin lagi dengan hard copy, ataupun printing.” jelasnya.

Menanggapi minimnya jumlah investor reksa dana, Direktur Utama PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar mengatakan, selain melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, perlu adanya regulasi khusus untuk mendorong jumlah investor reksa dana. Utamanya bagaimana agar investor dapat merasaka pengalaman berinvestasi di reksa dana.“Edukasi sudah, yang belum regulasinya. Undang-Undang yang dipakai saat ini masih yang tahun 1994, di situ masih diperlukan seperti rekening koran dan lain-lainnya sehingga harus bisa dipermudah lagi.” jelasnya.

Dia melihat, masih terdapat potensi yang sangat besar untuk memacu pertumbuhan investasi di reksa dana. Apalagi saat ini ada sekitar Rp3500 triliun dana pihak ketiga di perbankan, dan hanya sekitar Rp200 triliun yang tercatat investasi di reksa dana. “Ini masih kecil sekali, di Thailand punya sudah 50%.” imbuhnya.

Diketahui, dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total dana kelolaan reksa dana per 28 Februari 2014 mayoritas masih dikontribusi dari reksa dana saham. Tercatat, dana kelolaan reksa dana berbasis saham sebesar Rp86,46 triliun dan reksa dana terproteksi dengan nilai sebesar Rp40,73 triliun. Kemudian, reksa dana pendapatan tetap senilai Rp27,09 triliun, reksa dana campuran atau mixed sebesar Rp19,21 triliun, reksa dana pasar uang sebesar Rp13,46 triliun, dan terakhir reksa dana indeks sebesar Rp339,69 miliar.

Di sisi lain, reksa dana syariah berbasis mixed atau campuran juga masih mendominasi yakni sebesar Rp4,53 triliun. Kemudian, reksa dana syariah saham sebesar Rp2,65 triliun, syariah berbasis terproteksi sebesar Rp954,09 triliun, reksa dana syariah fixed income sebesar Rp512,09 miliar, reksa dana syariah indeks sebesar Rp321,12miliar, serta reksa dana syariah pasar uang senilai Rp28,14 miliar. (lia)