Siantar Top Siapkan Capex Rp 500 Miliar

Bangun Pabrik Baru

Kamis, 06/03/2014

NERACA

Jakarta – Emiten sektor consumer, PT Siantar Top Tbk (STTP) menganggarkan belanja modal tahun ini sebesar Rp500 miliar. Dimana belanja modal tersebut akan digunakan untuk kebutuhan investasi pembangunan pabrik dan ekspansi usaha yang bersumber dari penerbitan obligasi.

Direktur Operasional PT Siantar Top Tbk, Armin mengatakan, kebutuhan dana capex akan terpenuhi dengan penerbitan obligasi perseroan tahap pertama sebesar Rp250 miliar dan sisanya pinjaman perbankan. Nantinya, penggunaan capex untuk penambahan mesin untuk pabrik makanan dan minuman yakni kopi.

Diharapkan, dengan adanya penambahan mesin maka kapasitas produk yang saat ini sebesar 75% sampai 80% dapat meningkat dua kali lipat. Disebutkan, penambahan mesin ini untuk pabrik yang berada di Sidoarjo, Jawa Timur sehingga produksi tumbuh lebih besar, "Ini mesinnya modern dan otomatis. Kita ambil dari Eropa sehingga dapat menunjang ekspor juga. Nanti produksinya dapat meningkatkan kualitas dan kapasitasnya," imbuhnya.

Saat ini, perseroan mempunyai empat pabrik di Sidoarjo Jawa Timur memproduksi Mie, Crackers, Biskuit, Wafer dan Tepung. Satu pabrik di Bekasi, Jawa Barat. Satu pabrik di Medan, Sumatera Utara dan satu pabrik di Makasar, Sulawesi Selatan. Disamping itu, perseroan juga berencana mengeluarkan produk baru setiap tahunnya,”Kita ada produk baru, karena kita lakukan Riset&Development (R&D) untuk pengembangan dan persaingan bisnis,”kata Armin.

Dirinya menjelaskan, salah satu yang tengah dijajaki adalah produk kopi, dimana saat ini perseroan membangun pabrik produksi kopi yang berlokasi di Tambak Jabon Sidoarjo, Jawa Timur,”Produk barunya seperti biskuit dan kerupuk. Yang terbaru ada kita bikin kopi,”tuturnya.

Armin mengungkapkan, untuk pembangunan pabrik kopi ini, perseroan akan menginvestasikan sekira Rp300 miliar. "Sekitar Rp300 miliar. Itu sudah jalan dari 2013 di Tambak Jabon, di deket-deket lokasi kantor kita," imbuhnya.

Ground breaking pabrik ini sudah dilakukan tahun 2013 dan sekarang kemajuannya sudah 10-20 persen. Sementara, untuk pabrik pengolahan kopi kemasan di Sidoarjo ini, ditargetkan dapat beroperasi pada periode antara Triwulan ketiga dan keempat tahun 2014 mendatang. (bani)