WIKA Beton Bidik Dana IPO Rp 1,3 Triliun - Tawarkan Harga Saham Rp 630 Per Saham

NERACA

Jakarta – PT Wijaya Karya Beton (Wika Beton), anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membidik dana dari penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 1,3 triliun. Perseroan menawarkan saham perdana di kisaran sebesar Rp470-Rp630 per saham.

Direktur Keuangan Wika Beton Entus Asnawi mengatakan, dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi usaha mencapai 85% yang digunakan untuk pengolahan quarry material alam di Cigudeg, Donggala, Boyolalli, dan Lampung Selatan, pembangunan pabrik baru di Lampung Selatan, Pasuruan, dan Kalimantan Timur,”Sementara sisanya sebesar 15% dana dari IPO akan digunakan untuk tambahan modal kerja, “ujarnya di Jakarta, Selasa (4/3).

Dia juga menjelaskan, rencana perseroan akan mengakuisisi perusahaan yang sama di bidang beton akan dilakukan tahun ini. Namun untuk sumber pendanaan akan digunakan dari hasil penerbitan MTN sebesar Rp 366 miliar dan bukan dari hasil IPO,”Pendanaan akuisisi diambil dari hasil penerbitan MTN, tetapi jika kurang akan didanai dari kas internal,”ungkapnya.

Lanjutnya, perseroan optimis penawaran saham perdana akan diserap pasar. Mengingat, potensi pasar beton di Indonesia sangat besar seiring dengan pembangunan infrastruktur yang sedang di genjot pemerintah ataupun swasta. Selain itu, WIKA Beton juga memiliki market share sebesar 43% dari pasar beton dalam negeri. Rencananya, tahun ini seiring dengan penambahan kapasitas produksi dari sebelumnya 2,2 juta ton pertahun akan meningkat menjadi 2,3 juta ton pertahun. Tentunya market share pasar WIKA Beton ditargetkan tumbuh menjadi 47%.

Sementara analis Anugerah Sekurindo Indah, Bertoni Rio mengatakan, harga perdana saham PT Wijaya Karya Beton (WIKA Beton) pada kisaran Rp470-Rp630 per saham, terbilang murah dengan melihat kinerja perseroan,”Harga yang ditawarkan oleh WIKA Beton cukup murah. Prospek WIKA Beton juga bagus setelah masa peralihan Presiden baru nanti, karena pembangunan di tanah air juga akan mulai direalisasikan pasca itu,”ungkapnya.

Dengan harga saham IPO yang terbilang murah, kata Rio, maka saham yang ditawarkan ke publik dipastikan akan mendapatkan sambutan positif dari para investor. Harga yang ditawarkan oleh WIKA Beton dikisaran Rp470-630 per saham itu ditaksir memiliki Price Earning Ratio (PER) sekitar 12,99 kali hingga 17,42 kali dari PER rata-rata industrinya saat ini kurang lebih di level 14,64 kali.

Tercatat sepanjang 2013, perseroan mencatatkan pendapatan naik menjadi Rp2,64 triliun pada 2013 dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,03 triliun. Laba bersih naik menjadi Rp241,20 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp179,36 miliar. Sedangkan, aset perseroan tercatat mencapai Rp2,91 triliun hingga 2013.

Sebagai informasi, dalam melaksanakan penawaran saham perdana di pasar modal, WIKA Beton menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Sucorinvest Sentral Gani sebagai penjamin pelaksana emisi efek untuk pelaksanaan IPO.

Bookbuilding akan dilakukan pada 4-18 Maret, diharapkan pernyataan efektif OJK pada 24 Maret 2014. Penawaran umum direncanakan pada 26-28 Maret 2014, sedangkan pencatatan di papan BEI ditargetkan pada 3 April 2014. Wika Beton pada akhir tahun lalu memiliki aset sebesar Rp2,9 triliun. Wika Beton juga mencatatkan konsistensi pertumbuhan pendapatan dari tahun ke tahun. Pada 2010, total pendapatan tercatat sebesar Rp1,43 triliun maka selama empat tahun pertumbuhan rata-rata sebesar 22%. (bani)

BERITA TERKAIT

Trimuda Tetapkan Harga Rp 150 Persaham - Bidik Dana IPO Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta - Perusahaan yang bergerak di bidang kargo dan logistik PT Trimuda Nuansa Citra berencana untuk menjual saham ke…

Pemegang Saham Serap Rights Issue MDKA - Bidik Dana di Pasar Rp 1,33 Triliun

NERACA Jakarta - Aksi korporasi yang dilakukan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berupa penerbitan saham baru (rights issue) dengan…

Merck Kantungi Dana Segar Rp 1,384 Triliun - Lepas Bisnis Consumer Health

NERACA Jakarta – Emiten farmasi, PT Merck Tbk (MERK) berencana menjual lini usaha consumer health kepada PT Procter & Gamble…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Profil Keuangan Dinilai Stabil - Moody’s Naikkan Peringkat XL Axiata

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal pertama 2018 tidak terlalu positif dengan laba bersih terkoreksi 63% dari…

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Indo Straits Incar Pendapatan US$ 20,91 Juta

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan total pendapatan sebesar US$ 20,91 juta. Operations Director PT…