Elnusa Kantungi Pinjaman US$ 11,27 Juta

Selasa, 04/03/2014

NERACA

Jakarta –Anak usaha Pertamina, PT Elnusa Tbk (ELSA) meraih fasilitas kredit berjangka (term loan) senilai US$ 11,27 juta dari Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ ltd (BTMU) dengan skema project financing lebih aman dan efisien. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, fasilitas kredit ini merupakan fasilitas pinjaman lokal (onshore loan) dengan jangka waktu 42-60 bulan sejak tanggal penandatanganan fasilitas kredit. Penandatangan telah dilakukan pada 26 Februari 2014 di Kantor BTMU cabang Jakarta.

Dijelaskan bahwa fasilitas kredit berjangka tersebut akan digunakan perseroan untuk mendukung investasi satu unit accomodation work barge Elnusa Samudra 8 dan satu unit coiled tubbing unit. Adapun pembangunan accomodation work barge Elnusa Samudra 8 dikerjakan di dalam negeri dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Accomodation work barge Elnusa Samudra 8 akan digunakan untuk aktivitas snubbing service di salah satu daerah operasi Elnusa di Kalimantan. Sementara untuk peralatan coiled tubbing unit saat ini sudah siap didatangkan dan dioperasikan.

Perseroan pada tahun ini memproyeksikan pendapatan sebesar Rp4,9 triliun. Sedangkan dana investasi yang dianggarakan senilai Rp1,2 triliun atau naik hampir tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya Rp477 miliar. Dana investasi itu akan digunakan perseroan untuk memperkuat bisnis inti Elnusa dan ekspansi ke layanan jasa energi dengan tingkat resiko bisnis rendah dan sedang.

Diharapkan hal itu dapat meningkatkan reccuring income dan sustainabilitas bisnis perseroan, sehingga Elnusa bida menjadi mitra bisnis terpercaya dan menguntungkan dalam pembangunan sektor energi, khususnya sebagai penyedia solusi total jasa energi nasional.

Tahun ini, Elnusa menargetkan laba bersih Rp185 miliar dengan proyeksi pendapatan sebesar Rp4,9 triliun. Tahun 2014 dicanangkan olen Manajemen Elnusa sebagai tahun Pengembangan (Year of Development) sebagai kelanjutan dari berhasilnya program Turnaround Perseroan.

Maka dalam rangka tahun pengembangan tersebut, dana investasi yang dibelanjakan pada 2014 sebesar Rp1,2 triliun – meningkat 365% dibanding investasi tahun lalu sebesar Rp328 miliar. Total dana investasi yang dikucurkan dalam lima tahun ke depan sebesar US$ 398 juta dan termasuk Rp1,2 triliun tersebut – yang akan digunakan untuk memperkuat bisnis inti perseroan dan ekspansi ke layanan jasa energi dengan tingkat resiko bisnis rendah dan sedang.

Arah strategi pengembangan bisnis Elnusa ke depan adalah ‘value creation & customer based expansion’ (dengan penguatan di bisnis drilling & oilfield services, akselerasi pengembangan kontrak jangka panjang, peningkatan kualitas dan profesionalisme SDM) dan ‘business development in energy services’ (dengan menyediakan jasa solusi berkualitas tinggi di sektor energi dan bisnis terkait, memastikan profit tumbuh berkesinambungan dengan pengelolaan resiko bisnis level rendah sampai menengah, dan menyiapkan mitra bisnis strategis di sektor jasa energi). (bani)