Beban Pokok Gerus Laba Indomobil 33%

NERACA

Jakarta- PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) mencatatkan penurunan laba bersih sekitar 33% pada tahun 2013 menjadi Rp 532,46 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 801,73 miliar. Hal ini lantaran besarnya beban pokok yang harus ditanggung emiten otomotif ini.

Tercatat, pendapatan yang dikantongi perseroan pada tahun 2013 mengalami peningkatan sekitar 1,5% menjadi Rp 20,09 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 19,78 triliun. Namun, kenaikan pendapatan tersebut diiringi naiknya beban pokok pendapatan sebesar 1,6% menjadi Rp 17,6 triliun dari tahun sebelumnya sebelumnya sebesar Rp 17,33 triliun.

Adapun beban penjualan mengalami peningkatan sekitar 15% menjadi Rp 1,14 triliun pada tahun 2013 dari tahun sebelumnya sebesar Rp 991,52 miliar. Sementara beban umum dan administrasi mengalami kenaikan sebesar 22% menjadi Rp 978,45 miliar dari sebelumnya Rp sebesar 798,66 miliar.

Dalam pengembangan bisnisnya, perseroan terus memperluas distribusi penjualan mobilnya. Salah satunya dengan menggandeng Renault untuk menjual varian sport utility vehicle (SUV) bermerk Duster. Informasinya, selain distribusi, IMAS juga menjadi pihak yang melakukan perakitan atau assembling untuk mobil bermesin diesel ini.

Diketahui, selain Renault, perseroan mengelola sejumlah merek antara lain Audi, Foton, Great Wall, Hino, Kalmar, Liugong, Manitou, Nissan, Renault, Suzuki, dan Volkswagen. Selain distributor penjualan kendaraan, bisnis utama perseroan juga meliputi jasa pembiayaan, perakitan kendaraan bermotor, produsen komponen otomotif, dan kelompok usaha pendukung lainnya.

Untuk menduku bisnisnya, perseroan melalui anak usahanya PT Central Sole Agency (CSA) mendirikan dua perusahaan patungan (joint venture) dengan The Furukawa Battery Co. Ltd Jepang. Kedua perusahaan patungan tersebut masing-masing adalah PT Furukawa Indomobil Battery Manufacturing dan PT Furukawa Indomobil Battery Sales. “Untuk struktur kepemilikan sahamnya, Furukawa memiliki 51% pada PT FIBM dan 49% pada PT FIBS. Sementara PT CSA memiliki 49% saham di PT FIBM dan 51% di PT FIBS.” kata Sekretaris perusahaan IMAS, CR. Susilowasti.

Pendirian kedua perusahaan tersebut, menurut dia, ditandai dengan ditandatanganinya akta pendiriannya pada 22 November 2013. Dalam kegiatan operasionalnya, PT Furukawa Indomobil Battery Manufacturing (PT FIBM) nantinya akan bergerak di bidang industri akumulator listrik (batu baterai sekunder) untuk kendaraan bermotor dan keperluan industri. Sementara PT Furukawa Indomobil Battery Sales (PT FIBS) sebagai distributor yang menyalurkan seluruh produk yang dihasilkan PT FIBM. (lia)

BERITA TERKAIT

Campina Bayar Utang Rp 269,63 Miliar - Pangkas Beban Utang

NERACA Jakarta – Guna memudahkan langkah ekspansi bisnisnya, PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) terus memangkas beban utang dengan…

Laba Bayu Buaya Tumbuh 17% di 2017 - Berkah Pertumbuhan Pariwisata

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan industri pariwisata di dalam negeri sepanjang 2017 kemarin,  memberikan dampak positif terhadap kinerja PT Bayu…

BJB Bukukan Laba Rp1,6 triliun

  NERACA Jakarta - Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) membukukan laba bersih sebesar Rp1,6 triliun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Semen Baturaja Terbitkan MTN Rp 400 Miliar

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau (SMBR) menerbitkan surat hutang (MTN) senilai Rp400 miliar dengan jangka waktu selama tiga tahun…

Pelanggan Diminta Registrasi Nomor Prabayar

Telkomsel mengimbau pelanggan untuk segera melakukan registrasi nomor prabayar yang divalidasi sesuai dengan data kependudukan yang berlaku. Batas akhir masa…

BEI Resmikan Galeri Investasi di Untan

Direktur Pengembangan Bisnis PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Nicky Hogan meresmikan galeri investasi BEI di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (Untan)…