Laba Matahari Melesat Tajam Naik 101,73%

Kamis, 27/02/2014

NERACA

Jakarta - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatat laba bersih sepanjang 2013 sebesar Rp444,91 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (26/2). Disebutkan, perolehan laba bersih tersebut tumbuh 101,73% dari perolehan tahun sebelumnya senilai Rp220,54 miliar. Sementara laba per saham di akhir 2013 sebesar Rp83 dibandingkan tahun sebelumnya Rp41 per saham.

Kemudian laba usaha naik jadi Rp588,47 miliar dari sebelumnya hanya Rp342,51 miliar. Laba sebelum pajak jadi Rp585,02 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp298,09 miliar. Penjualan bersih perseroan hingga akhir 2013 naik menjadi Rp11,91 triliun dari periode tahun sebelumnya senilai Rp10,87 triliun.

Sementara, total aset hingga akhir Desember 2013 menurun menjadi Rp6,58 miliar dari akhir tahun sebelumnya Rp8,23 triliun. Sedangkan beban penjualan juga ikut turun 25,6% jadi Rp241 miliar di akhir tahun 2013. Manajemen perseroan juga mengakui bahwa pihaknya akan lebih fokus ke Indonesia bagian Timur dalam melakukan ekspansi bisnis gerainya.

Hal ini dilakukan seiring anggapan perseroan bahwa kelas menengah di Indonesia mulai membaik kuantitasnya. Investor Relations PT Matahari Putra Prima Tbk Danny Konjongian menuturkan, ekspansi perseroan ini akan sejalan dengan ekspansi grup yang juga memfokuskan pengembangan bisnis di wilayah Indonesia Timur,”Penetrasi ritel modern di bagian Timur Indonesia masih minim. Oleh karena itu, kita akan genjot dan menangkap peluang itu”, tegasnya.

Perseroan menargetkan sekitar 40% dari total penjualan yang dibidik perseroan tahun ini sebesar Rp13 triliun akan disumbang dari hasil penjualan di luar Pulau Jawa. “Artinya, penjualan di luar Pulau Jawa akan berkontribusi sekitar Rp5,2 triliun”, imbuhnya.

Sementara, sisanya, 60% atau mencapai lebih dari Rp7,8 triliun dati total penjualan, menurut dia akan tetap ditopang oleh penjualan di dalam Pulau Jawa. Sementara untuk kontribusi penjualan di kota-kota kedua mencapai 30% dari penjualan.

Diketahui, perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dibidang distribusi penjualan barang. Dengan demikian, naik turunnya harga jual menurutnya tergantung dari harga dasar dari produsen. Umumnya, perseroan menaikkan harga jual sekitar 2-5% untuk setiap brand yang dipasarkannya. “Memang umumnya kami menaikkan harga jual sekitar 2-5%, karena hal itu dilakukan untuk dapat menjaga pertumbuhan marjin laba perseroan secara positif”, katanya.

Seiring mulai beroperasinya 19 gerai baru yang telah berhasil dibangun oleh perseroan, diyakini akan menjadi motor penggerak laju penjualan Matahari. Untuk mencapai target tersebut, perseroan berencana menambah kepemilikan gerai Hypermart menjadi 121 gerai hingga akhir tahun 2014.

Jumlah ini bertambah sebanyak 20 gerai dibandingkan kepemilikan gerai saat ini yang berjumlah sebanyak 101 gerai Hypermart. Dia menilai, potensi perkembangan gerai ritel modern masih besar untuk dikembangkan. Perseroan membidiki kota-kota kedua sebagai sasaran bisnisnya. “Kami targetkan pertumbuhan penjualan kita akan lebih dari 16,2% pada tahun ini”, tambahnya. (nurul)