Cegah Dehidrasi Saat Olahraga

Sabtu, 01/03/2014

NERACA

Masyarakat yang aktif berolahraga diimbau lebih memerhatikan kebutuhan cairan, baik sebelum, saat dan setelah latihan fisik. Sampai saat ini, sebagian besar masih menganggap bahwa 2 liter air minum sehari sudah cukup padahal masyarakat yang aktif latihan fisik membutuhkan lebih dari 2 liter air minum sehari agar tidak mengalami dehidrasi.

Fenomena lain yaitu masyarakat jarang memantau status hidrasi padahal ini merupakan langkah penting untuk menjaga stamina saat latihan fisik. Di sisi lain, masyarakat juga belum memahami jenis minuman apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat saat latihan fisik. Apakah air putih, sport drink, minuman berenergi, demineralized water atau juice, bahkan ada yang minum kopi sebelum memulai latihan fisik.

Kekurangpahaman dan ketidakpedulian mengenai hal ini dapat menyebabkan timbulnya masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi kelangsungan aktivitas sehari-hari dan produktivitas kerja, bahkan kematian.

“PDSKO berharap agar buku petunjuk ini dapat digunakan sebaik mungkin agar masyarakat yang aktif berolah raga dapat menjaga dan meningkatkan taraf kesehatan dan kebugarannya secara efektif. Pada hari ini kami juga telah melakukan Seminar yang yang diikuti oleh sekitar 150 instruktur dan pihak manajemen Fitness Centre yang ada di Jakarta,” tutur Ketua PDSKO Imran Agus Nurali, Sp.KO, kepada Neraca, di Jakarta, belum lama ini.

Menurut dia, bagi olahragawan cabang-cabang olahraga tertentu mempertahankan keseimbangan cairan tubuh sangat berperan sekali selama latihan, pertandingan dan paska pertandingan, bahkan jika terganggu maka prestasi akan sulit sekali tercapai, contohnya pada cabang olahraga yang memerlukan endurance seperti marathon, sepakbola , dan dayung.

Sedangkan berdasarkan penelitian dari Peacock OJ,dkk, 90 % anak dan 37% orang dewasa mengalami dehidrasi sebelum memulai latihan fisik, asupan cairan mereka lebih rendah daripada jumlah keringat yang keluar saat latihan fisik dan mengalami gangguan psikologis saat latihan dibandingkan individu yang status hidrasinya normal.

Ini disebabkan ketika seseorang latihan fisik, terjadi peningkatan aktivitas otot rangka, yang membutuhkan energi lebih dengan peningkatan metabolisme (pembentukan) energi. Peningkatan metabolisme energi akan meningkatkan produksi panas tubuh.

Rachmad menambahkan dalam presentasinya mengatakan, dalam latihan fisik, ada 2 jenis air minuman yang direkomendasikan untuk dikonsumsi, yakni air minum sehari-hari (drinking water) yang mengandung mineral dimana tekanan osmotiknya lebih rendah dibandingkan dengan plasma darah. Kedua adalah sport drink yang umumnya merupakan minuman isotonik yang diminum pada saat melakukan aktivitas fisik.

Bila melakukan latihan fisik kurang dari 60 menit, maka minuman yang diminum adalah drinking water. Bila melakukan aktivitas fisik lebih dari 60 menit dan intensitasnya tinggi, maka minuman isotonik atau sport drink yang lebih cocok untuk diminum.