Ekspansi Modern Internasional Tidak Sesuai Target - Terbebani Kenaikan Suku Bunga

NERACA

Jakarta - Kinerja PT Modern Internasional Tbk (MDRN) sedikit terhambat karena kegagalan perseroan memenuhi target gerai 7-Eleven akibat tingkat suku bunga acuan yang naik sepanjang 2013. Analis CIMB Securities Indonesia, Linda Lauwira dan Dewinta Sumartono, dalam risetnya menyebutkan, perseroan telah menargetkan membuka gerai sebanyak 50 gerai sepanjang 2013, namun yang terealisasi hanya 33 gerai.“Untuk pertama kalinya dalam lima tahun, Modern Internasional tak mampu menyelesaikan target pembukaan gerai baru”, katanya di Jakarta, Selasa (25/2).

Disebutkan, penyebab utama tidak terpenuhinya target tersebut adalah, tingkat suku bunga acuan yang naik di sepanjang tahun 2013 lalu hingga menyentuh level 7,5%. Selain menggunakan kombinasi kas internal dan sisa hasil rights issue, pinjaman bank sangat dibutuhkan untuk kebutuhan belanja modal yang sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan gerai PT Modern Internasional Tbk.

Perseroan juga menggunakan sebagian besar dana hasil right issue untuk penyertaan modal pada anak usahanya, yakni PT Modern Putra Indonesia (PT MPRI). Menurut Direktur PT Modern Internasional Tbk Donny Sutanto dalam keterangannya mengatakan dana yang terserap untuk anak usahanya tersebut sampai dengan akhir Desember 2013 sebesar Rp309,28 miliar.

Lebih lanjut dia menyebutkan bahwa dana tersebut sebagian besar digunakan anak usahanya untuk mengembangkan gerai baru 7 Eleven sebanyak 7 gerai dan juga modal kerja. Adapun realisasi dana right issue perseroan hingga akhir Desember 2013 telah mencapai Rp437,85 miliar.

Disamping untuk penyertaan ke anak usahanya, dana tersebut juga telah direalisasikan untuk pelunasan sebagian hutang, pembayaran biaya penawaran umum, serta membiayai modal kerja perseroan. Sementara itu, dana yang masih tersisa saat ini tercatat sebesar Rp90 miliar, dimana sisa dananya saat ini oleh perseroan ditempatkan pada Bank Mayapada dalam bentuk deposito.

Untuk memperkuat bisnis anak perusahaan, perseroan menyuntikkan modal tambahan kepada PT Modern Putra Indonesia dengan nilai Rp200 miliar. Perseroan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp249,999 miliar menjadi Rp 449,999 miliar.“Penambahan modal yang disetor tersebut ditingkatkannya modal dasar anak perusahaan dari Rp300 miliar menjadi Rp1 triliun”, katanya.

Tujuan peningkatan penyertaan saham ini adalah untuk mendukung usaha anak perusahaan dalam memperkuat struktur permodalan entitas anak. Selain itu, suntikan dana ini juga untuk mengembangkan dan mengoperasikan gerai 7-Eleven untuk masa 20 tahun dan masa perpanjangan 10 tahun.

Sampai akhir tahun 2013, diperkirakan penjualan dari bisnis 7-Eleven mampu memberikan kontribusi 65% dari total penjualan konsolidasi perseroan. Saat ini, jumlah gerai 7-Eleven terus bertambah tiap tahunnya. Dari jumlah 57 gerai di tahun 2011, kemudian bertambah menjadi 117 gerai sampai 2012. Sampai November 2013, jumlah gerai 7-Eleven naik menjadi 143 gerai. (nurul)

BERITA TERKAIT

LLP-KUKM dan Kemenlu Latih UKM Internasional

NERACA   Jakarta - Sinergitas program antara Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah melalui Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan…

Laba Astra Internasional Terkoreksi 2% - Bisnis Otomotif Masih Lesu

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba bersih di sebesar Rp 4,98 triliun.…

Tak Lakukan Perbaikan Kebijakan, Target Pertumbuhan Sulit Dicapai

      NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal memprediksi pertumbuhan ekonomi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dampak Pelemahan Rupiah - Asing Sesuaikan Investasinya di Bursa

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai nilai tukar rupiah yang cenderung mengalami pelemahan menjadi salah satu faktor…

WIKA Bagikan Dividen Rp 26,8 Per Saham

NERACA Jakarta - Hasil keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyepakati untuk membagikan…

Trimegah Sekuritas Rilis MTN Rp 250 Miliar

Memanfaatkan pertumbuhan positif pasar obligasi di dalam negeri, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) berencana menerbitkan surat utang medium term…