Waspadai Investasi Janjikan Keuntungan Besar

Rabu, 26/02/2014

Mencegah kembali terulangnya penipuan investasi bodong, Pusat Informasi Pasar Modal Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menggelar sosialisasi dan edukasi terhadap segala bentuk penipuan investasi dengan modus menawarkan keuntungan besar tiap bulannya,”Kadang-kadang masyarakat yang baru pemula dalam berinvestasi dapat terbuai dengan iming-iming keuntungan yang menggiurkan di luar kewajaran dengan janji tempo yang cepat," kata Kepala Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Irfan Noor Riza di Yogyakarta, kemarin.

Dirinya mengungkapkan, kebanyakan motif penipuan tersebut dilakukan dengan menjanjikan keuntungan di luar kewajaran dan cepat. Selain itu, kata dia, pelaku penipuan juga seringkali dapat diketahui dengan ketidak jelasan struktur organisasi.

Untuk menghindari penipuan itu, kata dia, calon investor pertama-tama harus memahami cara berinvestasi secara komprehensif serta mengetahui cara untuk menghindari resiko dalam berinvestasi,”Ketika akan berinvestasi pada suatu perusahaan, harus dipastikan telah memiliki badan hukum yang jelas dan terdaftar," ujarnya.

Menyikapi hal itu, dia mengatakan akan terus meningkatkan sosialisasi cara berinvestasi yang benar, serta mendorong calon investor untuk berkonsultasi dengan PIPM DIY."Kami selalu mempersilakan masyarakat untuk berkonsultasi mengenai cara berinvestasi dengan benar," katanya.

Selain itu, lanjut dia, guna memastikan apakah suatu perusahaan yang menawarkan investasi telah memiliki izin dan aman dapat menanyakan langsung kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui nomor pelayanan (021) 500650. Asal tahu saja, rata-rata nilai transaksi saham di DIY saat ini antara Rp230 miliar - Rp240 miliar per bulan.

Menurut Irfan, munculnya berbagai modus penipuan itu juga seiring dengan perkembangan kesedaran masyarakat untuk melek investasi,”Masyarakat yang dulunya hanya gemar menabung uang, saat ini sudah mengerti bahwa mereka dapat meningkatkan harta atau uangnya dengan berinvestasi,"ujarnya. (ant/bani)