RI Targetkan Produksi Mobil Tembus 2 Juta Unit di 2017

Sektor Otomotif

Rabu, 26/02/2014

NERACA

Jakarta - Pemerintah menargetkan produksi mobil Indonesia mencapai 2 juta unit pada 2017. Hal ini setelah melihat pasar dan produksi mobil di Indonesia mencapai 1,25 juta pada tahun lalu. "Itu target 2017, mudah-mudahan tidak sampai 2020, masalahnya penetrasi pasar internasional harus sudah ada supaya sebagian diekspor," ujar Menteri Perindustrian, MS Hidayat di Jakarta, Selasa (25/2).

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar mengatakan, investasi secara keseluruhan masih akan kuat pada 2014. Namun secara realisasi pertumbuhannya tidak akan secepat tahun lalu."Kalau tahun lalu kan tumbuhnya lebih dari 100%, tahun ini 15%. Investasi otomotif PMA itu mencapai US$ 3,7 miliar pada 2013," kata Mahendra.

Menurut Mahendra, pertumbuhan investasi tahun ini tidak secepat tahun sebelumnya. Sejumlah perusahaan otomotif telah mengantisipasi pertumbuhan produksi dengan melakukan investasi sejak beberapa tahun lalu. Produksi mobil Indonesia akan mencapai 1,5 juta unit kendaraan dan akan menuju 2 juta unit pada 2017.

"Jadi mereka sudah mengambil ancang-ancang untuk mengantisipasi pasar sebesar itu. Memang tidak akan secepat itu karena kapasitas yang dipasang ini sudah diantisipasi untuk beberapa tahun kedepan, yang kita hitung itu angka realisasinya," jelas Mahendra.

Mahendra menjelaskan, yang tengah dilakukan pemerintah untuk merealisasikan target tersebut yaitu membahas strategi bagaimana produksi yang akan melebihi 2 juta unit pasca 2018-2019 tidak hanya diserap didalam negeri, tetapi juga mampu diekspor.

"Juga kalau dalam 3-5 tahun lagi apa yang harus dilakukan? Kita mengajak (investor) untuk melakukan investasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang berdasarkan iklim investasi tidak kalah," tandas Mahendra.

Pasar Menggeliat

Pasar mobil Indonesia terus meningkat selama beberapa tahun terakhir. Tercatat tren peningkatan penjualan mobil terus terjadi sejak tahun 2009 sampai saat ini. Rekor penjualan pun tercipta.Produsen mobil pun sekarang tengah semangat membangun pabrik di Indonesia.

Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor (TAM) Rahmat Samulo menjelaskan kalau kapasitas produksi mobil nasional ternyata jauh lebih tinggi dibanding permintaan alias lebih tinggi suplai dari permintaan.

Bila didiamkan, maka akan banyak mobil produksi Indonesia yang menyiram pasar dan membuat persaingan menjadi tidak sehat. "Saat ini kapasitas produksi nasional meningkat dari 710 ribu unit menjadi di atas 1 juta unit (1,06 juta). Kapasitas Toyota juga naik dari 170 ribu menjadi 240 ribu. Jadi kalau ditotal jadi hampir 1,3 juta unit itu pun belum ditambah pabrik-pabrik yang sedang dalam proses pembangunan, padahal permintaan pasar masih sekitar 1 juta unit karena masih banyak juga yang masih impor," katanya.

Peningkatan kapasitas produksi itu menurut Rahmat adalah buah dari kepercayaan internasional terkait Indonesia yang dianggap sebagai pasar mobil yang sangat potensial untuk digarap. Bila di tahun lalu penjualan mobil di Indonesia sudah mencapai 1 juta unit dan mencetak rekor penjualan tertinggi dalam sejarah, tahun ini rekor itu akan pecah karena diprediksi bisa mencapai 1,2 juta unit.

"Ekonomi meningkat. Kelas menengah di Indonesia tengah meningkat. Angkatan mudanya juga banyak. Hal-hal ini yang membuat para produsen percaya kalau Indonesia secara jangka panjang sangat menjanjikan," ujar Rahmat yang menjelaskan kalau Toyota memiliki 255 cabang penjualan di seluruh Indonesia dari mulai Aceh sampai Papua.

Kelebihan Produksi

Terkait masalah kelebihan produksi tadi, lanjut Rahmat, hal itu masih akan sehat ketika misalnya kelebihan itu disalurkan ke negara lain untuk diekspor. "Banyak mobil Indonesia yang sudah diekspor, dengan kelebihan ini maka bakal makin banyak lagi mobil buatan Indonesia yang menyebar ke seluruh dunia," katanya.

Dalam kesempatan yang sama,Rahmat juga mengklaim kalau sebagian besar mobil yang mereka jual di Indonesia merupakan mobil buatan Indonesia. Mobil yang diimpor secara CBU memiliki persentase yang kecil.

Rahmat menjelaskan kalau 87,8 % model mobil yang dijual Toyota di Indonesia merupakan mobil yang diproduksi di Indonesia, bukan diimpor dari luar negeri. "87,8 % produksi mobil Toyota di produksi di dalam negeri. Mudah-mudahan ke depan, komposisi ini akan semakin besar, artinya CBU akan semakin kecil," katanya.

Semua sedan Toyota seperti Vios, Limo, Corolla, Camry dan mobil sport 86 masih impor bersama Yaris, Alphard, Land Cruiser, Hiace dan Hilux. Sementara model-model lain seperti Avanza, dan Innova sudah diproduksi di Indonesia.

Lebih lanjut Rahmat memaparkan kalau saat ini Toyota memiliki target untuk meraup 36 % dari total penjualan mobil di Indonesia yang diprediksi akan mencapai 1,2 juta unit. "Sampai bulan lalu kan sudah ada 1 juta mobil yang terjual. Kalau sisa 2 bulan ini tiap bulannya laku 100 ribu mobil, maka sampai akhir tahun bisa 1,2 juta mobil. Sokongan terbesar sejauh ini masih oleh model MPV. Avanza menyokong 49,63% penjualan disusul Kijang 15,28%. Agya masih kecil persentasenya (2,56%)," ujarnya.