Pendapatan Tower Bersama Tumbuh 56,4%

NERACA

Jakarta – Perusahaan BTS, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatatkan pendapatan tahun 2013 sebesar Rp2,69 triliun atau meningkat 56,4% dibandingkan tahun sebelumnya Rp1,72 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sementara laba bersih yang dapat diatribuskan kepada pemilik entitas induk meningkat 48% menjadi Rp1,25 triliun dibanding 2012 senilai Rp841,94 miliar,”Kami bangga mengumumkan pencapaian finansial dan operasional yang kuat pada 2013. Kami bertumbuh sebanyak 2.985 penyewaan secara organik, di mana penambahan ini termasuk penambahan 1.811 menara telekomunikasi. Ini menunjukkan kapabilitas kami dalam pemenuhan permintaan dalam jumlah besar dari pelanggan kami," kata CEO PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Hardi Wijaya Liong.

Hardi menambahkan, perseroan pada tahun lalu juga berhasil mendiversifikasikan sumber pendanaan melalui penerbitan obligasi berdenominasi dolar AS dan rupiah, sehingga meningkatkan fleksibilitas sumber pendanaan untuk mendanai belanja modal serta memenuhi kewajiban pinjaman.

Sebagai informasi, EBITDA perseroan mencapai Rp2,205 triliun untuk periode satu tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013. EBITDA tersebut meningkat 58% dibandingkan periode sama 2012. Marjin EBITDA perseroan juga meningkat menjadi 82% pada akhir 2013 dibandingkan dengan akhir 2012 sebesar 81,5%.

Tercatat per 31 Desember 2013, total pinjaman (debt) TBIG, jika bagian pinjaman dalam dolar Amerika Serikat (USD) yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya sebesar Rp11,87 triliun dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp7,96 triliun.

Dengan saldo kas yang mencapai Rp854 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp11,01 triliun dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) perseroan menjadi Rp7,11 triliun. Rasio pinjaman senior bersih (net senior debt) terhadap EBITDA kuartal IV yang disetahunkan adalah 2,94x dan rasio pinjaman bersih terhadap EBITDA kuartal IV yang disetahunkan adalah 4,55x.

Itu berarti TBIG masih mempunyai ruang untuk pendanaan lebih lanjut berdasarkan rasio yang disyaratkan dalam perjanjian pinjaman perseroan serta obligasi berdenominasi dolar AS dan rupiah. Selain itu, per 31 Desember 2013, TBIG memiliki 16.577 penyewaan dan 10.134 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik perseroan, terdiri dari 8.866 menara telekomunikasi, 1.040 shelter-only dan 228 jaringan DAS. Dengan total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 15.309, maka rasio kolokasi perseroan menjadi 1,73. (bani)

BERITA TERKAIT

SCMA Bukukan Pendapatan Rp 3,79 Triliun

NERACA Jakarta - PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) berhasil membukukan pendapatan neto sebesar Rp3,79 triliun pada periode Januari—September 2018,…

P3D Kota Sukabumi Catat Pendapatan Rp119 Miliar

P3D Kota Sukabumi Catat Pendapatan Rp119 Miliar NERACA Sukabumi – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat, Kantor Pusat Pengelolaan Pendapatan…

Minat Investasi Syariah di DIY Tumbuh Signifikan - Pasar Sukuk Selalu Oversubscribe

NERACA Yogyakarta - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan tren pertumbuhan investor pasar modal syariah di daerah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…