Ciputra Residence Tawarkan Kupon Maksimal 12,75% - Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA

Jakarta – Anak usaha PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Ciputra Residence segera terbitkan obligasi sebesar Rp500 miliar dengan bunga tetap untuk membiayai proyek propertinya. Nantinya, obligasi ini akan terdiri dari seri A dengan tenor 3 tahun dan kupon bunga 11,20%-12,50%, seri B dengan tenor 5 tahun dan kupon bunga 11,65%-122,65%, dan seri C dengan tenor 7 tahun dengan kupon bunga 11,75%-12,75%.

Presiden Direktur PT Ciputra Residence, Budiarsa Sastrawinata mengungkapkan, dana hasil obligasi itu nantinya akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek pengembangan properti tempat tinggal yang ditujukan untuk kelas bawah dan menengah seperti proyek pembangunan perumahan dan proyek-proyek properti yang ditujukan untuk komersial skala kecil dan usaha kecil dan menengah (UKM). “Kami akan gunakan untuk pengembangan proyek baru, maupun proyek yang telah ada (existing project)," ujarnya di Jakarta. Senin (24/2).

Sedangkan untuk penyaluran dana kepada entitas anak akan diberikan melalui pinjaman dengan tingkat suku bunga yang wajar, dengan jangka waktu pinjaman paling lama 7 tahun. Dia menambahkan, pinjaman akan diberikan dalam bentuk penyertaan modal kepada entitas anak yang ada saat ini, atau yang akan dibentuk kemudian hari.“Lokasi dari pengembangan ini direncanakan pada provinsi Jawa Barat, Banten, Jakarta, Bali, NTB, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat dan Selatan”, paparnya.

Dia juga menyebutkan bahwa PT Mandiri Sekuritas dan CIMB Securities telah ditunjuk sebagai penjamin emisi pelaksana obligasi. Sementara masa penawaran (bookbuilding) akan dilakukan pada 24 Februari - 10 Maret 2014.

Sementara itu, Direktur PT Mandiri Sekuritas Dadang Suryanto mengatakan, bunga obligasi akan dibayarkan setiap 3 bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah obligasi tersebut.

Obligasi ini telah memperoleh hasil pemeringkatan A dari PT Fitch Ratings Indonesia dengan mendapat partial credit guarantee (PCG) sebesar 20% dari International Finance Corporation (IFC). “Ini hal yang langka, yang artinya bagus untuk obligasi ini”, ujarnya.

Penerbitan Obligasi ini akan dijamin dengan dua jaminan, yaitu jaminan IFC maksimum sebesar Rp100 miliar yang diberikan oleh IFC berdasarkan perjanjian garansi. Lalu jaminan atas tanah yang dimiliki oleh pemberi jaminan yang diikat dengan hak tanggungan peringkat pertama selambat-lambatnya pada tanggal emisi, sekurang-kurangnya memiliki nilai sebesar 120% dari pokok obligasi setelah dikurangi jamina IFC.

Komisaris Utama Ciputra Group, Ciputra melihat industri properti masih dapat berkembang pesat. Hal ini seiring kebutuhan perumahan masyarakat masih cukup tinggi. Sehingga, Ciputra Residence berani menerbitkan obligasi untuk memperlancar proyek-proyeknya.“Kami sangat optimis karena kebutuhan perumahan masyarakat masih tinggi, backlog masih besar dan selama bunga bank masih reasonable maka masih ada pembelian”, katanya.

Tingginya BI Rate, menurutnya bukan menjadi suatu kendala bagi pengembang properti, Perusahaan ini tetap dapat berekspansi dan mencetak kinerja yang positif. Justru, dia menilai dengan adanya tingkat bunga tinggi akan mengurangi spekulator.“Kami selalu menyasar end user, karena mereka tidak spekulasi. Sementara, suku bunga KPR idealnya berada di kisaran angka satu digit, sehingga masyarakat lebih mampu untuk memiliki rumah”, ungkapnya. (nurul)

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presiden Bakal Membuka Munas HIPMI Ke-XVI

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka musyawarah nasional (Munas) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda (BPP HIPMI)…

CEO Asia Aero Technology - Mengusung Hipmi 4.0 Agar Lebih Familiar

Jiwa muda dengan sederet perstasi adalah harapan pimpinan di masa mendatang, hal inilah yang menggambarkan Bagas Adhadirgha seorang Founder sekaligus CEO…

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…