Semen Indonesia Klaim Hemat Rp 2,57 Triliun - Dampak Program Inovatif

NERACA

Jakarta –Ditengah ketatnya persaingan di industri semen, inovasi menjadi mutlak untuk meningkatkan daya saing. Menjawab tantangan tersebut, PT Semen Indonesia Tbk terus melalukan inovasi karena hal ini menjadi kata kunci yang akan membawa perseroan menggapai kinerja optimal.

” Perusahaan sebesar apa pun, jika tidak berinovasi, cepat atau lambat akan mati. Dengan inovasi, kami menciptakan dan membentuk masa depan untuk memastikan terjadinya percepatan pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis. Inovasi adalah syarat mutlak yang harus kami tumbuh-kembangkan untuk menuju SMI sebagai world class engineering company,”kata Direktur Utama SMI Dwi Soetjipto dalam siaran persnya kepada Neraca di Makassar, kemarin.

Oleh karena itu, PT Semen Indonesia Tbk kembali menggelar Semen Indonesia Award on Innovation sebagai sarana beradu inovasi di lingkungan Semen Indonesia. Tercatat sejak kali pertama diselenggarakan pada 2009, jumlah inovasi yang didaftarkan mencapai 111 proposal dengan potensi penghematan Rp295 miliar. Jumlah ini terus meningkat hingga mencapai 221 proposal inovasi pada 2013 dengan potensi penghematan Rp695 miliar.

Maka jika diakumulasikan selama ajang ini digelar dari 2009 sampai 2013, maka potensi penghematan biaya operasional mencapai Rp2,57 triliun,”Inovasi-inovasi yang kami lakukan adalah upaya melakukan breakthrough guna menekan biaya, sehingga harga jual lebih kompetitif. Berkat inovasi pula, kinerja dan profitabilitas SMI semakin tumbuh. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan laba perusahaan per tahun mencapai 18,19% dan penjualan 12,56%,” kata Dwi Soetjipto.

Dwi Soetjipto juga menegaskan bahwa penghematan yang timbul karena inovasi diupayakan selalu lebih besar dari nilai depresiasi alias penyusutan, sehingga dampak inovasi jauh lebih signifikan dalam menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan. ”Mengakarnya budaya inovasi di SMI menjadi fondasi apa yang seringkali saya sebut sebagai realignment business process di mana pilar-pilar perusahaan terintegrasi dan bersinergi, tidak memikirkan pengembangan divisi atau departemen masing-masing,” ujar Dwi Soetjipto.

Selain itu, perseroan juga memperkenalkan ”Kafe Beton” yang memamerkan berbagai inovasi produk. Di antaranya adalah produk semen yang kilat pengeringannya (Rapid Strenght Concrete). Produk ini berguna untuk pembangunan dan perbaikan jalan yang dikejar tenggat waktu penyelesaian. Misalnya, perbaikan jalan di Pantura menjelang mudik Lebaran atau perbaikan jalan setelah rusak diterjang banjir.

Tak hanya itu, inovasi produk yang telah dilakukan juga menghasilkan porous concrete atau pervirous concrete di mana beton ini mampu menyerap air yang mengalir di atasnya, lalu segera diteruskan ke tanah. Beton ini menjadi solusi untuk membantu mengatasi banjir di perkotaan. (bani)

BERITA TERKAIT

Mengukur Dampak Siklon Cempaka dan Dahlia

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia yang melanda sebagian wilayah Jawa belum lama ini merupakan…

Link Net Buyback Saham Rp 1,3 Triliun

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Link Net Tbk (LINK) berencana membeli kembali alias buyback saham…

Pemkot Bekasi Himpun Investasi 2017 Rp7,8 Triliun

Pemkot Bekasi Himpun Investasi 2017 Rp7,8 Triliun NERACA Bekasi - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…