Djoko: Indonesia Butuh Pemimpin Transformatif

Jakarta – Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso mengingatkan bahwa Indonesia sekarang membutuhkan pemimpin transformatif dan tidak cukup hanya dengan popularitas yang tinggi. "Pemimpin itu bukan hanya punya tingkat popularitas yang tinggi, dia harus memiliki kapasitas dalam memimpin," ujar Djoko saat saat peluncuran bukunya "Menggagas Indonesia Masa Depan" di Jakarta, Rabu (19/2).

Djoko menjelaskan pemimpin transformatif adalah sosok pemimpin yang menjalankan kepemimpinannya terus menerus diikuti semangat memperjuangkan perubahan. Inti perubahan adalah bangkitnya bangsa dari berjuta himpitan, terletak pada eksisnya pemmpin transformatif yang melakukan upaya transformatif.

Menurut dia, pemimpin yang mampu mengubah sisi sosial, ekonomi, politik, dan budaya bangsa dari tidak baik hingga menjadi lebih baik. “Pemimpin seperti ini adalah sosok yang bias mengubah bangsa ke arah yang lebih baik secara terarah, bertahap, dan mengutamakan kepentingan rakyat,” ujarnya.

Mengutip pakar kepemimpinan John Gregorius Burns, Djoko mengatakan kepemimpinan transformatif merupakan sebuah proses dimana para pemimpin dan pengikutnya saling menaikkan diri ke tingkat moralitas dan motivasi yang lebih tinggi. “Kesadaran para pengikut dibangkitkan dengan menyerukan cita-cita yang lebih tinggi dan nilai moral seperti kemerdekaan, keadilan dan kemanusiaan, bukan berdasarkan pada emosi seperti kecemburuan, keserakahan dan kebencian,” ujarnya.

Siapapun yang menjadi pemimpin bangsa, menurut Djoko, adalah seorang pemimpin yang harus memiliki ketegasan dalam aturan main yang sudah ditentukan konstitusi. "Pemimpin harus melaksanakan apa yang sudah diamanatkan konstitusi tersebut secara tegas dan konsisten," ujarnya.

Dia mengharapkan pemimpin selanjutnya adalah figur yang berkapasitas dan berkompetensi tinggi didukung rekam jejak kepemimpinan yang jelas. Djoko berharap akan muncul seorang pemimpin yang sanggup membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, mandiri, dan berdikari.

Panglima TNI 2007-2010 itu lebih lanjut mengatakan, masalah bangsa yang makin kompleks dan fenomena kebijakan pemerintahan pusat dan daerah yang tidak sehati dengan aspirasi rakyat, merupakan akibat dari elite kekuasaan yang memupuk habitat kepemimpinan pencitraan.

Sedangkan habitat kepemimpinan transformatif pada kenyataannya belum cukup kat terbangun di republik ini. Perubahan progresif yang diharapkan oleh rakyat masih berada dijalan terjal. "Berdasarkan semangat dan pengalaman saya sebagai prajurit, saya mencurahkan pengalaman saya melalui buku yang hari ini (Rabu-Red) diluncurkan," katanya.

Tidak hanya itu. Menurut Djoko, seorang pemimpin juga harus mempunyai komitmen untuk menciptakan keadilan, kesejahteraan dan keamanan bagi seluruh rakyat yang dipimpinnya. Kemudian, pemimpin harus melaksanakan apa yang sudah diamanatkan konstitusi tersebut secara tegas dan konsisten. "Pemimpin itu sebaiknya adalah orang yang selesai dengan dirinya. Setelah itu ia akan siap untuk memimpin bangsa," ujarnya.

Melalui buku ini, Djoko berharap dapat memberikan dorongan bagi lahirnya pemikiran dan paradigma baru tentang kepemimpinan nasional di masa mendatang.

Dengan demikian, menurut dia, pada nantinya akan muncul seorang pemimpin yang sanggup membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, mandiri dan berdikari.

Djoko berpendapat, bangsa Indonesia ke depan harus dipimpin oleh seorang figur yang berkapasitas dan berkompetensi tinggi serta didukung oleh rekam jejak kepemimpinannya yang jelas. (fba)

BERITA TERKAIT

UMKM Banten Butuh Dukungan Modal dan Pemasaran

UMKM Banten Butuh Dukungan Modal dan Pemasaran NERACA Serang - Perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Banten…

Percepatan Infrastruktur dan Transformasi Ekonomi Indonesia

Oleh: Eddy Cahyono Sugiarto, Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden Visi besar para Founding Father Indonesia terefleksi dalam Pembukaan UUD 1945 alenia…

Perusahaan Indonesia Perlu Tingkatkan Sistem Pencegahan Korupsi

Perusahaan Indonesia Perlu Tingkatkan Sistem Pencegahan Korupsi NERACA Jakarta - Berbagai perusahaan yang beroperasi di Indonesia, baik itu swasta maupun…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Menteri Kelautan dan Perikanan - Mengaku Bawa Nama Saya Laporkan

Susi Pudjiastuti  Menteri Kelautan dan Perikanan Mengaku Bawa Nama Saya Laporkan Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan…

Pengembangan Bisnis dan Literasi Keuangan Milenial

Pengembangan Bisnis dan Literasi Keuangan Milenial Jakarta - Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya literasi keuangan saat ini masih rendah, terutama…

Pasal Ujaran Kebencian: Peradi Nilai Eggi Sudjana Tak Melanggar

Pasal Ujaran Kebencian: Peradi Nilai Eggi Sudjana Tak Melanggar NERACA Jakarta - Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi)…