BEI Suspensi Saham Central Omega

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mulai sesi I perdagangan Rabu kemarin, sampai ada pengumuman lebih lanjut. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kadiv Perdagangan Saham BEI, Andre P.J Toelle mengatakan, suspensi tersebut terkait pemberitaan perseroan yang memecet ribuan karyawan. Andre menambahkan selain berita tersebut BEI juga mempertimbangkan kelangsungan usaha perseroan (going concern).

Dia mengatakan BEI memutuskan melakukan suspensi perdagangan saham DKFT di seluruh pasar dan bursa telah meminta penjelasan lebih lanjut kepada perseroan terkait dengan informasi pemecatan ribuan karyawan tersebut. Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PT Central Omega Resources Tbk.

Sebagai informasi, sejak larangan ekspor mineral mentah diberlakukan, operasi produksi tambang nikel milik perseroan di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara dan di Morowali, Sulawesi Tengah dihentikan. Akibatnya, sekitar 2.000 pekerja maupun pekerja dari kontraktor jasa pertambangan DKFT dipecat.

Presiden Direktur PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) Kiki Hamidjaja pernah bilang, sebagian besar pekerja yang dipecat adalah pekerja dari penduduk sekitar dengan posisi sebagai operator tambang hingga geologis. Sementara, pekerja eksplorasi tetap dipertahankan karena kegiatan eksplorasi masih tetap dilakukan. (bani)

BERITA TERKAIT

Dafam Patok Harga IPO Rp 115 Per Saham

Pemilik jaringan hotel Dafam, PT Dafam Property Indonesia Tbk mematok harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO)…

RS Hermina Bidik Dana IPO Rp 1,75 Triliun - Harga Rp3.7000 –Rp.500 Per Saham

NERACA Jakarta – Menjangkau pasar lebih luas lagi dengan terus membangun rumah sakit baru, induk perusahaan rumah sakit Hermina, PT…

Royal Prima Lepas 2 Miliar Saham Ke Publik - Akusisi Rumah Sakit

NERACA Jakarta – Menyusul beberapa perusahaan rumah sakit yang lebih dahulu listing di pasar modal, tahun ini pihak BEI juga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…