Industri Kreatif Diharapkan Tumbuh 6,7%

NERACA

Jakarta - Kementerian Pariwasata dan Ekonomi Kreatif mencatat kerajinan kreatif menyumbang Rp92,6 triliun di tahun 2013. "Kerajinan kreatif sumbangannya di 2013 itu Rp92,6 triliun, dari ekonomi kreatif ke selurahan Rp642 triliun. Kerajinanan menyumbang Rp92,6 triliun atau kontribusinya 14% dari ekonomi kreatif," ucap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu di Jakarta, Rabu (19/2).

Ia juga menyampaikan pertumbuhan sektor kerajinan kreatif lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 6,4%. "Kalau pertumbuhan nasional 5,76%, kerjainan tumbuhnya 6,4%. Jadi tumbuhnya lebih baik," katanya.

Mari juga menilai sektor kerajinan sangat menjanjikan sekali. Untuk ekspor penjualannya sebesar Rp21,7 triliun. Ia juga memperkirakan tahun ini pertumbuhan sektor kerajinan akan lebih besar dibandingkan pertumbuhan nasional. Sebab dengan meningkatnya permintaan dalam negeri.

"Saya lihat permintaan dalam negeri , mestinya tumbuhnya diatas rata-rata pertumbuhan nasional. Kalau kita perkirakan pertumbuhan nasional sekitar 5,8%. Saya berharap kerajinan bisa tumbuh 6,7%," tuturnya.

Sebelumnya, Mari Elka Pangestu menargetkan Indonesia bisa menjadi pusat mode atau fesyen dunia pada 2025. pasalnya, Indonesia mempunyai potensi untuk menjadi pusat mode dunia dan industri mode. Namun untuk mencapai target tersebut, diperlukan kerja sama yang kuat antar pemerintah, industri, dan para pelaku mode.

Salah satu untuk mencapai pusat mode dunia adalah dengan gerakan local movement. Gerakan tersebut merupakan ajakan untuk bangga dan mencintai produk Indonesia. “Diharapkan hal tersebut dapat menumbuhkan jumlah penggunaan produk lokal sehingga dapat memacu percepatan produksi produk Indonesia serta promosi ke luar negeri. Local movement bukan hanya sekedar bangga akan produknya namun juga bangga akan Indonesia,” ungkap.

Dijelaskan mantan menteri perdagangan tersebut, dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia mempunyai kelebihan dari aspek sumber daya alam, kekayaan dan keragaman budaya dan kearifan lokal, serta yang tidak kalah pentingnya adalah orang kreatif. “Perpaduan beberapa aspek ini menjadikan Indonesia memiliki nilai tambah dan menjadi kekuatan tersendiri sebagai pusat mode karena didukung oleh kekuatan sumber daya lokal yang mampu bersaing di tingkat global,” komentar Mari Pangestu.

Di sisi lain, industri kreatif ternyata telah menyumbangkan dana sebesar Rp468 triliun ke PDB (Produk Domestik Bruto). "Industri kreatif telah menyumbangkan dana sebesar Rp468 triliun ke PDB atau rata-rata tumbuh sekitar 6% per tahunnya," ujar Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Budaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ukus Kusworo.

Selain itu, industri kreatif ini juga telah mengkontribusi tenaga kerja sebanyak 8,6 juta orang atau sektor penyumbang tenaga kerja kelima terbesar. Sementara ekspor barang dan jasa pun sudah mencapai Rp131,3 triliun yang didominasi fesyen.

Untuk lebih mengembangkan perannya terhadap perekonomian, pemerintah juga akan menggelar Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2012 selama 5 hari (21-25 November 2012). Kegiatan yang merupakan perayaan kreativitas anak bangsa ini rencananya akan dibuka langsung oleh Wapres Boediono.

Pekan Produk Kreatif yang akan belangsung selama lima hari itu merupakan salah satu upaya pemerintah menarik perhatian talenta-talenta muda Indonesia sebagai penggerak terdepan pembangunan. Diharapkan mereka memberikan karya kreatif terbaik dan melahirkan ide-ide kreatif tanpa mengenal batas.

Tahun ini Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) akan mengangkat tema Indonesia Creative Power “Yang muda Yang Berkreasi”. Akan hadir berbagai kreativitas mengenai arsitektur, desain, fesyen, film, video, fotografi, kerajinan, musik, teknologi informasi, permainan interaktif, seni rupa, penerbitan dan percetakan, seni pertunjukan, periklanan, riset dan pengembangan, kuliner, tv, serta radio.

Berbagai kreativitas tersebut akan hadir dalam 73 aktivitas utama yang terdiri dari 34 aktifitas konvensi, 10 aktifitas pertunjukkan, 23 aktifitas pameran dan permainan, serta 5 aktifitas kuliner. Juga akan hadir 900 peserta dan komunitas, 292 booth dan sekitar 10 juta pemirsa media elektronik dengan target pengunjung mencapai 75.000 pengunjung.

Kegiatan ini akan pula menghadirkan pembicara dari 8 negara, yaitu Jepang, Korea, Inggris, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Pokok pembicaraannya sendiri membahas pengembangan ekonomi kreatif mulai dari aspek kebijakan strategis, aspek bisnis dan teknis yang lebih mendalam mengenai subsektor industri kreatif, serta upaya untuk melakukan business matching.

Di panggung, pengunjung akan dihibur seni pertunjukan kontemporer baik lokal maupun tradisional. Akan hadir pula seni pertunjukan pop, pertunjukan khusus untuk anak, indie band Indonesia, dan program pengembangan fesyen yang mengangkat sarung sebagai mode fesyen mendatang.

Pameran akan menampilkan karya-karya ikonik dari 15 subsektor industri kreatif, mulai dari pameran permainan lokal dan elektronik sampai menghadirkan publisher games international dari Jepang. Ada pula kegiatan kuliner akan menghadirkan Iron Chef Jepang dalam segmen aksi Koki Jawara yang turut melibatkan beberapa koki-koki ternama Indonesia. Tidak hanya itu saja, akan hadir juga insan kreatif kuliner Indonesia.

Kegiatan tahunan ini sudah hadir sejak 2007 dan merupakan tahun ke-6 perhelatannya. Pekan Produk Kreatif Indonesia melibatkan 17 instansi lintas sektor, yaitu Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, Kementerian Negara Koperasi dan UKM, Kementerian Komunikasi dan Informasi Teknologi, Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia, Kementerian Keuangan, Kementerian dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Negara BUMN, Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dewan Kerajinan Nasional Indonesia, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

BERITA TERKAIT

Laju IHSG Sepekan Tumbuh Positif 0,45%

NERACA Jakarta – Seiring mulai meredanya sentimen negatif perang dagang, tren indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin berada di…

Minim Sentimen Positif Apa Maknanya - Oleh : Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Judul ini terinsipirasi oleh hal yang berkembang di pasar. Saat ini kita tahu bahwa pasar uang dan pasar modal tidak…

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Begini Jurus Kemenperin Demi Wujudkan Indonesia Kuat

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berperan aktif mewujudkan “Indonesia Kuat” melalui peningkatan produktivitas dan daya saing industri potensial di…

Ingin Kembangkan Sektor Perikanan dan Pertanian, Bupati Asmat Harapkan Dukungan Lebih Dari Pusat

NERACA Jakarta - Bupati Kabupaten Asmat, Elissa Kambuh, menuturkan, masyarakat kami baru 65 tahun bersentuhan dengan dunia luar. Padahal potensi alam…

Katrol Kompetensi SDM Industri 4.0, Kemenperin-BSN Teken MoU

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian dan Badan Standardisasi Nasional sepakat untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang terampil…