Festival Pasola Berperang Dengan Kuda

Peperangan memang masih terus tejadi hingga saat ini, terutama peperangan antar adat atau suku. Seperti peperangan yang satu ini. Namun peperangan yang satu ini bukanlah peperangan sungguhan. Peperangan ini hanya merupakan sebagian dari festival atau acara kebudayaan yang biasa di gelar oleh masyarakat Sumba.

Festival unik yang digelar setahun sekali ini pastinya hadir di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Permainan tradisional ‘perang-perangan’ tahunan yang mendebarkan sekaligus langka tersebut dijadwalkan berlangsung bulan Februari dan Maret di Kodi dan Lamboya.

Tahun ini para tetua adat Lamboya telah menentukan bahwa Festival Pasola di Lamboya diselenggarakan pada 1 Februari 2014. Untuk acara di Kodi akan diadakan akhir bulan Februari, tanggalnya masih akan diumumkan berikutnya. Sementara itu, Pasola di Wanokaka dan Wainyapu akan diselenggarakan pada bulan Maret dengan tanggal masih menunggu konfirmasi.

Sumba memiliki kemegahan alam dan budaya magis yang menarik. Dengan kontur tanah yang berbukit-bukit akan menjadi latar indah festival ini. Bentuknya ‘perang-perangan’ dalam Pasola dilakukan dua kelompok dengan berkuda. Setiap kelompok terdiri lebih dari 100 pemuda bersenjatakan tombak yang dibuat dari kayu berdiameter 1,5 cm dengan ujung tumpul.

Dalam peperangan ini, peserta dan kuda yang jatuh tidak boleh diserang namun setiap darah yang keluar diyakini dapat menyuburkan tanah dan bermanfaat bagi panen berikutnya. Pasola merupakan bagian dari rangkaian upacara tradisional Sumba penganut agama asli yang disebut Marapu. Pasola merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ritual tahunan dan diselenggarakan bersamaan dengan upacara Bau Nyale yang biasanya berlangsung pada Februari dan Maret.

Sumba berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur dimana dahulu lebih dikenal sebagai Pulau Cendana dan merupakan daerah yang dikenal melahirkan penunggang kuda terbaik di Nusantara. Kuda sumba sendiri adalah hasil perkawinan silang antara kuda arab dan kuda lokal sehingga ukuran tubuhnya lebih besar dari kuda lokal umumnya.

Untuk menuju Sumba, terdapat penerbangan setiap hari dari Bali ke Waingapu di Sumba Timur dan Tambolaka di Sumba Barat. Pulau Sumba juga dapat dicapai dari Maumere di Flores. Ada penerbangan setiap hari dari Bali ke Waingapu di Sumba Timur dan Tambolaka di Sumba Barat pada hari tertentu. Garuda menyediakan penerbangan reguler dari Bali ke dua kota tersebut.

BERITA TERKAIT

Cara Menjaga Kesehatan Dengan ‘Diet Sehat Otak’

Memiliki otak yang sehat ternyata mempengaruhi mood, konsentrasi, energi, mengurangi stres, bahkan mengembalikan keseimbangan hormon. Semakin sehat otak Anda maka…

Membedakan Migrain dengan Sakit Kepala

Dalam laporan Kelompok Studi Nyeri Kepala, Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia pada 2013, sembilan puluh persen orang Indonesia pernah mengalami…

Layanan UPoint Tawarkan Banyak Kemudahan - Terhubung dengan 34 Publisher

NERACA Jakarta - Selain pengguna internet yang meningkat drastis, pengguna games online di Indonesia juga  meningkat tajam. TelkomGroup menyadari benar…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Target Kunjungan Wisman Ke Indonesia Meleset - Gunung Agung Bergejolak

Bencana alam meletusnya Gunung Agung di Bali pada pertengahan November 2017 menjadi alasan tak tercapainya target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman)…

Surga Surfing di Pantai Nembera

Presiden Joko Widodo menyempatkan diri mengunjungi Kabupaten Rote Ndao usai melaksanakan berbagai kegiatan di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Bersama Ibu…

Dua Kampung Kopi Dikembangkan di Kulon Progo

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, saat ini sedang mengembangkan objek wisata Kampung Kopi di Madigondo, Desa Sidoharjo dan…