Delapan Langkah Atasi Penyakit Ginjal Kronik

Sabtu, 15/02/2014

NERACA

Kemenkes pernah mencatat 31,7% penduduk dewasa Indonesia menderita hipertensi.

Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dr.Dharmeizar, SpPD-KGH mengatakan, selain hipertensi, Diabetes Melitus (DM), penyakit infeksi saluran kemih berulang, batu ginjal dan saluran kemih serta radang penyakit ginjal dan penyakit lupus dapat menyebabkan PGK. Amerika Serikat (tahun 2000) mencatat bahwa 50% dari pasien yang menjalani hemodialisis disebabkan oleh DM.

“Hal penting yang dilakukan saat ini adalah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya Penyakit Ginjal Kronik (PGK), yaitu dengan mengidentifikasi faktor risiko, yaitu ada tidaknya hipertensi, diabetes, obesitas serta faktor genetik,” tuturnya pada Neraca, di Jakarta.

Selain itu, masyarakat dapat melakukan 8 langkah ini, yaitu menjaga kesehatan dan rutin berolahraga, menjaga tekanan darah dalam batas normal, mengkonsumsi makanan sehat dan menjaga berat badan, minum banyak air putih, tidak merokok, tidak mengkonsumsi obat sembarangan serta segera memeriksa fungsi ginjal apabila memiliki satu atau lebih faktor risiko.

“Namun demikian, apabila PGK sudah terjadi, harus dilakukan manajemen yang baik, yaitu dengan cara mengatasi atau mencegah progresi PGK agar tahapan penyakit ini tidak meningkat, tidak sampai pada tahap 5 penyakit ginjal terminal sehingga harus dilakukan hemodialisa (cuci darah), peritoneal dialiasis dan transplantasi ginjal,” tuturnya.

Pernefri menghimbau agar masyarakat meningkatkan kepeduliannya tentang hal ini. Bagi masyarakat pada umumnya, khususnya yang memiliki faktor risiko, seperti hipertensi dan DM agar berobat dan mengontrol serta memonitor penyakitnya secara teratur sehingga bisa mencegah terjadinya komplikasi PGK.