Pendapatan Adhi Karya Capai Rp9,7 Triliun

NERACA

Jakarta- PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan kenaikan pendapatan usaha menjadi Rp9,79 triliun pada tahun 2013, dari sebelumnya sebesar Rp7,62 triliun. Kenaikan ini mendorong laba bersih perseroan meningkat sekitar 91,86% menjadi Rp405,97 miliar dari sebelumnya sebesar Rp211,59 miliar. Informasi ini disampaikan pihak manajemen dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (10/2).

Sementara itu, laba bersih per saham menjadi Rp225,38 dari sebelumnya Rp117,46 per saham di 2012. Adapun beban pokok pendapatan sebesar Rp8,60 triliun dari sebelumnya Rp6,67 triliun. Total aset mencapai Rp9,72 triliun dari tahun sebelumnya Rp7,87 triliun. Saldo kas dan setara kas yang dicatatkan perseroan di akhir tahun 2013 sebesar Rp1,93 triliun.

Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor konstruksi, PT Adhi Karya Tbk cukup optimistis untuk kinerjanya pada tahun 2014 ini. Perseroan menargetkan laba bersih Rp 570,6 miliar, atau naik 41,8% dari target tahun 2013 sebesar Rp 402,2 miliar. Perseroan memproyeksikan, kinerja pada tahun depan akan ditopang dari meningkatnya pendapatan perseroan yang diproyeksikan menembus Rp 14,7 triliun pada 2014.

Sementara itu, kontrak baru perseroan ditargetkan Rp 21,1 triliun pada 2014, atau melonjak 80% dari target tahun ini Rp 11,7 triliun. Target kinerja itu didorong oleh berbagai pengembangan proyek yang digarap perseroan. Apalagi dengan adanya beberapa proyek pengembangan properti yang dilakukan anak usaha perseroan.“Target tersebut didorong oleh pertumbuhan lini bisnis perseroan yang terus meningkat kontribusinya. Dari target laba bersih perseroan, 50% berasal dari lini bisnis properti dan real estate.” kata Amrozi

Saat ini, sambung dia, pihaknya berada pada tahap peningkatan kinerja usaha melalui anak perusahaan, seperti Adhi Persada Realti (APR) dan Adhi Persada Properti (APP). Proyeksinya, dari target laba bersih sebesar Rp402,2 miliar di tahun 2013, sekitar 50% akan berasal dari properti dan real estate. “Di tahun 2013, APR menargetkan kontrak sebesar Rp298,8 miliar, dengan kontribusi pendapatan usaha dan laba bersih masing-masing sebesar Rp229,6 miliar dan Rp74,6 miliar.” ucapnya.

Selain itu, perseroan juga berencana menganggarkan belanja modal senilai Rp 860 miliar pada 2014. Belanja modal itu untuk mendukung berbagai proyek pada lini bisnis properti, real estate, dan investasi infrastruktur. "Dana belanja modal akan didapatkan dari obligasi tahap kedua, cadangan perusahaan atau ekuitas, dan pinjaman bank," ujarnya.

Saat ini, perseroan mengembangkan tidak hanya bisnis jasa konstruksi dan Engineering Procurement and Construction (EPC). Perseroan mengembangkan menjadi lima bisnis antara lain konstruksi, EPC, properti, realti dan investasi infrastruktur. (lia)

BERITA TERKAIT

Transjakarta Bagikan Dividen Rp 40 Miliar

NERACA Jakarta- Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memutuskan untuk membagikan dividen perusahaan kepada…

Raup Ceruk Pasar Luar Negeri - WIKA Targetkan Kontrak Baru Capai Rp 6 Triliun

NERACA Jakarta – Sukses meraih kontrak baru di Afrika menjadi batu loncatan bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) untuk…

Transformasi Pasar Modal Kredibel - OJK Terus Perkuat Supervisi Pengawasan

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar keuntungan reksadana yang menimpa Minna Padi Aset Manajemen dan Narada Aset Manajemen menjadi alasan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Divestasi Bank Permata - Astra Luluh Ke Tawaran Bank Bangkok

NERACA Jakarta – Sikap bersikukuh PT Astra International Tbk (ASII) untuk tetap mempertahankan kepemilikan saham di PT Bank Permata Tbk…

Wujudkan Perusahaan Sehat - Garuda Bekukan Rute London Yang Bikin Tekor

NERACA Jakarta – Perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/12) pada sesi…

Perintis Tiniti Bidik Dana IPO Rp 250 Miliar

NERACA Jakarta –Tutup tahun 2019, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih tinggi. Salah satunya, PT Perintis…