Perbaikan Makro Ekonomi Picu Aksi Beli Investor

NERACA

Jakarta- Di saat banyak sentimen negatif dari rilis sebagian besar emiten global, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan kemarin berhasil melaju positif. Pada akhir pekan, IHSG menguat sebanyak 41,96 atau sebesar 0,95% dengan berakhir di level 4466,67. Alhasil, IHSG selama sepekan kemarin mengalami kenaikan 47,91 poin (1,08%) lebih tinggi dari sebelumnya yang melemah -18,59 poin (-0,24%).

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, meski laju nilai tukar rupiah pada sepekan kemarin sempat mengalami pelemahan, namun dapat diimbangi dengan adanya rilis positif data PDB dan cadangan devisa yang mengalami kenaikan. Neraca perdagangan hingga akhir Desember juga terlihat masih mengalami surplus, meski jika ditotal sepanjang 2013 masih tercatat defisit sehingga menambah sentimen positif bagi IHSG.“Sepanjang pekan kemarin, asing berbalik mencatatkan nett buy sebesar Rp268,45 miliar dibandingkan pekan sebelumnya yang nett sell Rp1,57 triliun.” katanya di Jakarta, kemarin.

Dengan begitu, jika dihitung sejak awal tahun maka sampai dengan pekan kemarin posisi asing tercatat nett buy Rp2,6 triliun yang melanjutkan posisi nett buy di akhir Januari sebesar Rp2,33 triliun. Reza memperkirakan, IHSG pada pekan depan akan berada pada rentang Support 4295-4387 dan Resisten 4476-4489.“IHSG membentuk pola menyerupai double hammer di atas middle bollinger bands. MACD uptrend dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih uptrend terbatas.” jelasnya.

Laju IHSG, kata dia, sempat berada di antara kisaran target support (4269-4325) dan mampu berakhir di kisaran target resisten (4448-4476) sehingga memberikan potensi yang baik bagi IHSG jika ingin melanjutkan kenaikan dengan sentimen yang ada. “Meski IHSG masih diharapkan menguat, namun tetap mewaspadai utang-utang gap IHSG yang dapat membuat downreversal.” ujarnya.

Sejumlah saham yang dapat diperhatikan, menurut Reza, antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), pt Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).

Adapun beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen antara lain interest rate decision Indonesia; Home loans, NAB business confidence, unemployment rate, and house price index Australia; Current account, consumer confidence, machinery orders, tertiary industry index, and Bank Lending Jepang; New Yuan Loans, balance of trade, and Outstanding loan growth China; dan Unemployment rate and interest rate decision Korea Selatan.

Sementara data dari Eropa dan Amerika antara lain Inflation rate Jerman; Sentix investor sentiment and industrial production Zona Euro; GDP growth rate & nationwide house price Inggris; Industrial production & current account Perancis; Industrial production Italia; Retail sales Spanyol, dan NFIB business optimism index, chain stores, wholesale inventories, initial jobless claims, & redbook Amerika Serikat.

Sekadar catatan, IHSG selama sepekan kemarin mengalami kenaikan 47,91 poin (1,08%) lebih tinggi dari sebelumnya yang melemah -18,59 poin (-0,24%). Semua indeks utama menghijau yang dipimpin indeks LQ45 (1,25%) dan diikuti indeks IDX30 (1,18%) dan DBX (1,10%). Sementara indeks sektoral mayoritas tercatat positif di mana indeks properti naik 2,92% diikuti indeks manufaktur dan aneka industri yang masih-masing naik 1,61%, dan indeks perkebunan yang naik 1,60%. Sementara pelemahan hanya dialami indeks industri dasar (-0,92%). (lia)

BERITA TERKAIT

Transjakarta Bagikan Dividen Rp 40 Miliar

NERACA Jakarta- Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memutuskan untuk membagikan dividen perusahaan kepada…

Raup Ceruk Pasar Luar Negeri - WIKA Targetkan Kontrak Baru Capai Rp 6 Triliun

NERACA Jakarta – Sukses meraih kontrak baru di Afrika menjadi batu loncatan bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) untuk…

Transformasi Pasar Modal Kredibel - OJK Terus Perkuat Supervisi Pengawasan

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar keuntungan reksadana yang menimpa Minna Padi Aset Manajemen dan Narada Aset Manajemen menjadi alasan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Divestasi Bank Permata - Astra Luluh Ke Tawaran Bank Bangkok

NERACA Jakarta – Sikap bersikukuh PT Astra International Tbk (ASII) untuk tetap mempertahankan kepemilikan saham di PT Bank Permata Tbk…

Wujudkan Perusahaan Sehat - Garuda Bekukan Rute London Yang Bikin Tekor

NERACA Jakarta – Perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/12) pada sesi…

Perintis Tiniti Bidik Dana IPO Rp 250 Miliar

NERACA Jakarta –Tutup tahun 2019, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih tinggi. Salah satunya, PT Perintis…