TAF Tetap Waspadai Risiko Pasca Pemilu - Tetapkan Kupon Maksimal 10,50%

NERACA

Jakarta – Perusahaan Grup Astra Internasional, PT Toyota Astra Financial Service mewaspadai efek pasca pemilu. Alasannya, momentum pemilu akan meningkatkan konsumsi, sehingga perseroan dituntut lebih ketat dalam menganalisa kredit yang diberikan,”Momentum pemilu akan meningkatkan konsumsi. Tapi kami juga akan lebih hati hati karena risiko semakin tinggi,”kata Sekretaris Perusahaan Toyota Astra Finance, Cokro Vera di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, perseroan bersiap untuk risiko yang lebih tinggi jelang dan pasca pemilu karena meningkatnya konsumsi masyarakat dan termasuk daya beli untuk membeli mobil dengan kredit. Selain itu, efek pemilu juga menjadi alasan bagi perseroan menerbitkan obligasi lebih awal ditahun ini, “Kami mengeluarkan obligasi di awal tahun karena menghindari masa pemilu nanti. Tahapan selanjutnya kemungkinan di semester dua dengan melihat kondisi pasar,”ungkapnya.

Sebagai informasi, perseroan mematok kupon bunga obligasi tahap pertama tahun 2014 senilai Rp 600 miliar sebesar 9,6% hingga 10,50%. Perseroan menawarkan obligasi dengan dua seri yang dijamin secara kesanggupan penuh. Pertama, obligasi seri A yang ditawarkan Rp88 miliar memiliki kupon bunga obligasi sebesar 9,6%. Obligasi tersebut memiliki jangka waktu 370 hari dengan kisaran kupon awal 8,6-9,6%. Kedua, obligasi seri B dengan jumlah obligasi yang ditawarkan Rp512 miliar dengan bunga obligasi sebesar 10,50% dari kisaran kupon awal 9,5-10,5%. Jangka waktu obligasi 36 bulan.

Adapun obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi. Nantinya, bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan dengan pembayaran bunga obligasi pertama pada 13 Mei 2014. Selanjutnya pembayaran bunga obligasi terakhir pada 23 Februari 2015 untuk seri A, dan 13 Februari 2017 untuk seri B. Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan, baik barang bergerak maupun tidak bergerak. Dana hasil penawaran obligasi akan digunakan untuk modal kerja pembiayaan kendaraan bermotor.

Kata Cokro, obligasi ini telah mendapatkan rating AAA (idn) dengan outlookstabil dari PT Fitch Ratings Indonesia. Perseroan telah menunjuk PT HSBC Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Securities Tbk sebagai penjamin emisi efek. Sementara, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Disebutkan, jadwal penawaran obligasi antara lain pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 6 Februari 2014, masa penawaran umum 7 dan 10 Februari 2014, penjatahan pada 11 Februari 2014. Selain itu, distribusi obligasi secara elektronik pada 13 Februari 2014, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 Februari 2014. Perseroan menawarkan obligasi berkelanjutan I dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp4 triliun. Pada tahap pertama, perseroan menawarkan obligasi senilai Rp600 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Waspadai Serangan Penyakit di Musim Hujan

Saat musim hujan tubuh akan lebih mudah terserang penyakit, hal itu terjadi karena perubahan suhu pada lingkungan. Ketika musim hujan…

Industri Jasa Keuangan di Sumsel Tetap Tumbuh

Industri Jasa Keuangan di Sumsel Tetap Tumbuh  NERACA Palembang - Industri jasa keuangan di Sumatera Selatan (Sumsel) tetap tumbuh sepanjang…

BEI Masih Tunggu Langkah Hukum Perseroan - Nasib Emiten DAJK Pasca Pailit

NERACA Jakarta – Sejak dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, suspensi atau pengentian sementara perdagangan saham PT Dwi Aneka…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Edukasi Literasi Keuangan - Asuransi Simas Sambangi Siswa Bukittinggi

NERACA Jakarta - Asuransi Sinar Mas (Simas) melanjutkan literasi keuangan untuk mendukung kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka meningkatkan…

Bukalapak Sabet Tiga Piala Citra Pariwara

Bukalapak, pasar online terbesar di Indonesia berhasil memenangkan penghargaan Citra Pariwara 2017, salah satu penghargaan bergengsi bagi insan kreatif dan…

MNC Investama Bayar Utang US$ 215 Juta

Pangkas beban utang, PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana melunasi pinjaman berdenominasi dollar AS yang segera jatuh tempo. Perusahaan tercatat…