Imbal Hasil Reksa Dana Saham Menjanjikan - Dampak Kinerja Emiten Membaik

NERACA

Jakarta –Kendatipun indeks BEI masih bergerak fluktuatif seiring dengan perlambatan ekonomi, namun imbal hasil (return) reksa dana saham ternyata masih menjanjikan bagi investor. Diperkirakan tahun ini, reksa dana saham berpotensi memberikan imbal hasil yang lebih baik dibanding jenis lain akibat adanya potensi perbaikan kinerja pasar modal domestik.

Analis Riset PT Infovesta Utama Vilia Wati menjelaskan, kinerja reksa dana saham akan ditopang potensi perbaikan beberapa indikator makro ekonomi domestik, seperti inflasi, nilai tukar, neraca perdagangan dan cadangan devisa serta kinerja emiten yang masih bertumbuh.

Selain itu, faktor politik seperti hasil pemilihan umum (pemilu) juga diharapkan memberikan sentimen positif pada kinerja bursa saham dan obligasi domestik, terutama jika calon terpilih disukai oleh investor,”Di tengah kondisi yang kondusif, umumnya kinerja saham yang lebih agresif berpeluang untuk mencetak kinerja yang lebih tinggi,” kata Vilia di Jakarta, Rabu (5/2).

Dengan demikian, dia menambahkan, ada potensi reksa dana saham yang memiliki aset dasar mayoritas pada efek saham dapat memberikan imbal hasil lebih menarik, sehingga reksa dana tersebut cenderung lebih disukai oleh investor dengan profil risiko agresif atau investor yang memiliki tujuan investasi jangka panjang. Meski demikian, tidak berarti investor dapat mengabaikan profil risiko mereka karena meski berpotensi memberikan return yang lebih tinggi. “Risiko fluktuasi pada reksa dana saham juga lebih tinggi,” ujar dia.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa total dana kelolaan (asset under manajement/AUM) reksa dana hingga akhir Januari 2014 sebesar Rp192,69 triliun dengan jumlah unit penyertaan 124,5 miliar. Angka tersebut meningkat 6,3% dibanding dana kelolaan pada Januari 2013 sebesar Rp181,1 triliun. Kata Vilia, peningkatan dana kelolaan industri reksa dana ditopang dua hal.

Pertama, kinerja positif yang dicetak oleh beberapa jenis reksa dana, seperti reksa dana saham, campuran dan pasar uang. Kedua, karena adanya pertumbuhan unit penyertaan di bulan tersebut. Dia menuturkan, tahun ini masih ada peluang bagi peningkatan dana kelolaan reksa dana didukung potensi perbaikan kinerja aset dasar reksa dana (saham dan obligasi) serta peningkatan unit penyertaan reksa dana, baik dari subscription investor dan pertambahan produk baru.

Vilia mengatakan, komposisi dana kelolaan reksa dana masih didominasi oleh reksa dana saham karena beberapa faktor, seperti jumlah unit penyertaan reksa dana saham serta pertumbuhan saham yang relatif lebih tinggi dalam jangka panjang. Menurut dia, jika tidak ada sentimen negatif yang signifikan, reksa dana saham masih akan berpeluang memimpin dibandingkan dengan jenis lainnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Solusi Perencanaan Hari Tua - WanaArtha Life Hadirkan WanaArtha DPLK

NERACA Jakarta - PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau yang lebih dikenal dengan WanaArtha Life meluncurkan WanaArtha DPLK sebagai solusi…

Pembekuan Produk Reksadana - Investor Diminta Waspadai Imbal Hasil Besar

NERACA Jakarta – Kasus ditutupnya produk reksadana milik PT Narada Aset Manajemen dan PT Minna Padi Aset Manajemen memberikan dampak…

Genjot Pertumbuhan Penjualan - Campina Ice Cream Investasi Mesin Baru

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan di tahun depan, PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) bakal meningkatkan penjualan dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jakarta Garden City Raih Golden Property Awards 2019

Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City seluas 370 hektar yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT…

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…