Timah Investasikan Dana US$ 18 Juta - Garap Lahan di Myanmar

NERACA

Jakarta – Tak hanya menggarap lahan di Indonesia, PT Timah Tbk (TINS) tampaknya serius untuk mengeksplorasi areal pertambangan di Myanmar dan menyiapkan dana investasi sebesar US$18 juta,“Proses izin konsesi sudah diselesaikan, jadi tinggal menunggu izin eksplorasi saat ini. Kami sudah dapat izin dari Kementerian pertanian, Kehutanan, dan situs budaya di Myanmar. Dengan demikian, kami targetkan pada bulan Februari nanti bisa melakukan eksplorasi,”kata Direktur Utama PT Timah Tbk Sukrisno di Jakarta, Rabu (5/2).

Perseroan menargetkan untuk memulai eksplorasi areal pertambangan di Myanmar pada akhir kuartal pertama tahun ini. Namun, pihaknya mengaku telah memproses perizininan dengan baik, sehingga perseroan ditargetkan siap melakukan eksplorasi pada bulan Februari 2014.

Manajemen juga mengaku siap untuk menggarap wilayah kerja pertambangan (WKP) PT Koba Tin di Bangka Belitung. Perseroan membentuk perusahaan patungan (Joint Venture) bersama tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni BUMD Bangka Belitung, Bangka Tengah dan Bangka Selatan yang diberi nama PT Timah Babel Beban,”Dalam kerjasama tersebut tersebut, kami akan menjadi pemegang saham mayoritas. Entah kami nanti menguasai 51% saham ataupun sebesar 60%”, katanya.

Namun, pihaknya saat ini masih menanti persetujuan dari Dewan Perwakilan Daerah (DPR) untuk memperoleh Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) terkait pengelolaan lahan tambang eks PT Koba Tin tersebut. Karena memang membutuhkan izin dari DPR untuk memperoleh IUPK lahan bekas Koba Tin tersebut.

Pembentukan perusahaan Joint Venture ini sendiri menyusul keputusan pemerintah yang tidak memperpanjang kontrak Koba Tin sekaligus menyerahkan pengelolaannya kepada ke konsorsium BUMN dan BUMD. Perseroan memproyeksikan akhir bulan Februari ini selesai sehingga dapat cepat menggarap lahan tersebut,”Jika izin tersebut sudah berhasil diperoleh, maka kami akan segera melanjutkan tahapan berikutnya seperti validasi cadangan timah serta perekrutan tenaga teknis untuk melakukan penambangan timah di lokasi tersebut”, jelasnya.

Perseroan sendiri memroyeksikan tahun 2015 blok tersebut sudah dapat berkontribusi terhadap pendapatan perseroan. Diketahui, Koba Tin sendiri telah melakukan eksploitasi bijih timah di Indonesia sejak tahun 1972. Melalui Kontrak Karya, Koba Tin diberikan hak eksploitasi selama 30 tahun. Kontrak itu telah diperpanjang selama 10 tahun yang berakhir pada 31 Maret 2013 dengan luas wilayah mencapai 413.000 hektar yang terletak di kabupaten Bangka Tengah dan kabupaten Bangka Selatan.

Sementara itu, hingga Desember 2013 perseroan telah menghabiskan biaya sebesar Rp177,64 miliar. Biaya tersebut digunakan untuk operasional dan investasi selama perseroan melakukan eksplorasi, baik di darat maupun di laut. Adapun wilayah kegiatan eksplorasi TINS berada di tiga daerah, yakni daerah Kundur, Bangka, dan Belitung.

Sepanjang Desember 2013, perseroan berhasil mendapatkan penemuan sumber daya sebesar 17.598 ton inferred-Primer dan 988 ton measured-Aluvial dari eksplorasi di darat. Sedangkan dari eksplorasi di laut perseroan mendapatkan temuan sumber daya 13.920 ton untuk inferred, 11.846 ton indicated dan 15.325 ton measured.

(nurul)

BERITA TERKAIT

GMF Bukukan Laba Bersih US$ 7,4 Juta

Pada kuartal pertama 2018, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membukukan pendapatan operasional senilai US$115,9 juta. Perolehan tersebut…

BPN Banten Targetkan Sertifikasi 400 Ribu Lahan

BPN Banten Targetkan Sertifikasi 400 Ribu Lahan NERACA Serang - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kanwil Provinsi Banten menargetkan sebanyak 400…

Tembaga Semanan Raih Laba US$ 22,9 Juta

Sepanjang tahun 2017 kemarin, produsen tembaga-aluminium terbesar di Indonesia PT Tembaga Mulia Semanan Tbk membukukan laba kotor sebesar US$ 22,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mobil88 Targetkan Penjualan Tumbuh 15%

Jelang musim mudik Lebaran, tren penjualan mobil bekas kembali meningkat. Hal itu bahkan sudah terlihat sejak sebelum datangnya bulan Ramadan,…

Sritex Bagikan Total Dividen Rp 163,6 Miliar

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)  atau Sritex memutuskan untuk…

Bidik Pasar Ekspor Ke Jepang - Trias Join Venture Perusahaan Jepang

NERACA Sidoarjo – Ditengah terkoreksinya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, PT Trias Sentosa Tbk (TRST), perusahaan yang produksi packaging…